RINGKASAN BERITA:
° Seorang sopir asal Lampung tewas ditikam pemalak di Simpang 4 Macan Lindungan, Palembang.
° Kasatpol PP Herison mengakui tidak ada patroli di lokasi saat kejadian karena anggota berada di wilayah lain.
° Padahal, kawasan itu biasanya rutin dipantau untuk mencegah gangguan ketertiban.
PALEMBANG, LINTANGPOS.com — Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Palembang, Herison, mengakui bahwa anggotanya tidak melakukan patroli di kawasan Simpang 4 Macan Lindungan saat insiden tragis yang menewaskan seorang sopir asal Lampung, Senin (24/11/2025) pukul 19.00 WIB.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Ilir Barat I.
Korban diduga ditikam oleh seorang pemalak yang kerap beraksi di kawasan tersebut.
“Anggota kita semalam memang tidak melakukan patroli di Simpang 4 Macan Lindungan. Anggota melakukan patroli di tempat lain,” kata Herison kepada wartawan, Selasa (25/11/2025).
Ia menjelaskan, pada hari-hari sebelumnya Satpol PP rutin menggelar patroli di titik-titik lampu merah strategis, termasuk lampu merah di lokasi kejadian.
Patroli itu dilakukan untuk mengantisipasi gangguan ketertiban umum seperti anak punk, pengemis, manusia badut, maupun pedagang.
BACA JUGA: Detik-Detik Spesialis Curat Palembang Dibekuk: Aksi BW Terekam dan Viral!
“Biasanya memang kita rutin melakukan patroli itu apalagi di lampu merah, terutama di lampu merah TKP itu. Untuk antisipasi gangguan trantibum,” ucapnya.
Pernah Amankan Pelaku Pungli yang Viral
Herison menyebut pihaknya sebelumnya sudah pernah mengamankan seorang pria bernama Riko Saputra (24), warga Seberang Ulu I, yang diduga melakukan pungutan liar kepada sopir truk di kawasan yang sama.
Aksi Riko sempat viral karena memaksa meminta uang dari pengemudi kendaraan besar.
Riko diamankan pada Kamis (25/9) siang saat diduga akan mengulangi perbuatannya.
Ia kemudian dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pembinaan.
“Karena belum ada laporan resmi dari pihak yang dirugikan, maka langkah yang kita lakukan adalah pembinaan. Pelaku kita minta membuat surat pernyataan,” jelas Herison.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki pelaku penikaman yang menewaskan sopir asal Lampung tersebut, sementara warga berharap pengamanan di titik rawan pungli dapat kembali diperketat. (*/red)





