Konsep tersebut menunjukkan bahwa pengembangan industri kriya tidak hanya bertumpu pada pelestarian tradisi, tetapi juga bagaimana produk dan cerita di baliknya dapat dikemas sesuai perkembangan zaman.
Kriya Nusa 2026 menjadi momentum bagi para perajin untuk memperkenalkan produk kerajinan Nusantara kepada pasar yang lebih luas.
Bagi Sumsel, status sebagai ikon pameran menjadi ruang untuk membawa identitas budaya daerah ke panggung nasional melalui karya para perajin dari 17 kabupaten dan kota.
BACA JUGA: Bukan ‘Bahasa Indonesia’ Lagi? Kemendikdasmen Wacanakan Nama Baru Mata Pelajaran di Sekolah!
Perpaduan wastra, ukiran, anyaman, gerabah dan atraksi budaya diharapkan memberikan gambaran utuh mengenai kekayaan kriya Sumatera Selatan.
Pameran yang berlangsung selama lima hari tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan antara tradisi, kreativitas, teknologi dan peluang pasar bagi industri kriya Indonesia. (*/red)
Page: 1 2
Pemkab Empat Lawang bersama BNN dan Polres memperkuat pencegahan narkoba melalui Bejeghum, edukasi sekolah, kurikulum…
Polres Empat Lawang menyita 208 botol miras ilegal dari dua warung di Tebing Tinggi melalui…
Enam daerah irigasi di Empat Lawang akan direhabilitasi melalui program Kementerian PU dengan total anggaran…
Polsek Muara Pinang mengamankan pria berinisial Z (39) dalam kasus dugaan peredaran ganja sekitar 1…
Penerimaan CPNS 2026 Empat Lawang masih menunggu formasi KemenPAN-RB. Sekda Fauzan Khoiri Denin menyebut seleksi…
Pemkab Empat Lawang melantik 27 pejabat. Sekda Fauzan Khoiri mengingatkan ASN meningkatkan kompetensi menghadapi persaingan…