Konsep tersebut menunjukkan bahwa pengembangan industri kriya tidak hanya bertumpu pada pelestarian tradisi, tetapi juga bagaimana produk dan cerita di baliknya dapat dikemas sesuai perkembangan zaman.
Kriya Nusa 2026 menjadi momentum bagi para perajin untuk memperkenalkan produk kerajinan Nusantara kepada pasar yang lebih luas.
Bagi Sumsel, status sebagai ikon pameran menjadi ruang untuk membawa identitas budaya daerah ke panggung nasional melalui karya para perajin dari 17 kabupaten dan kota.
BACA JUGA: Bukan ‘Bahasa Indonesia’ Lagi? Kemendikdasmen Wacanakan Nama Baru Mata Pelajaran di Sekolah!
Perpaduan wastra, ukiran, anyaman, gerabah dan atraksi budaya diharapkan memberikan gambaran utuh mengenai kekayaan kriya Sumatera Selatan.
Pameran yang berlangsung selama lima hari tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan antara tradisi, kreativitas, teknologi dan peluang pasar bagi industri kriya Indonesia. (*/red)
Page: 1 2
Aksi sejumlah pelajar mengendarai motor secara ugal-ugalan hingga dugaan balap liar meresahkan warga Tebing Tinggi,…
Martha Boru Napitupulu menjelaskan alasan pernikahan semarga menjadi pantangan dalam adat Batak.
Pemprov Sumsel mempercepat digitalisasi bansos setelah 4,3 juta KPM baru masuk penerima berdasarkan pemutakhiran data…
Herman Deru meninjau posko Karhutla Kertapati dan meminta layanan kesehatan diperkuat 24 jam bagi masyarakat…
Disdikbud Empat Lawang mengimbau seluruh sekolah menggunakan masker menyusul kondisi udara yang terdampak asap karhutla.
Aroma asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)…