Categories: Pertanian Sumsel

Sumsel Kembangkan Teknologi Padi Apung untuk Tingkatkan Produksi di Lahan Rawa

Ringkasan Berita:

° Pemprov Sumsel mengembangkan teknologi padi apung untuk meningkatkan indeks pertanaman di lahan rawa.

° Meski biaya media apung masih tinggi, kerja sama dengan Unsri diharapkan menghasilkan bahan yang lebih murah agar padi apung dapat diterapkan secara luas dan berkelanjutan.


Palembang, LintangPos.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus mendorong pengembangan teknologi padi apung sebagai inovasi pertanian guna meningkatkan indeks pertanaman (IP) di wilayah yang didominasi lahan rawa.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono, mengatakan bahwa teknologi padi apung menjadi solusi menghadapi perubahan iklim yang tidak menentu serta keterbatasan lahan kering di daerah tersebut.

“Padi apung ini akan terus kita kembangkan. Meskipun secara ekonomis belum menguntungkan karena media apungnya masih mahal, namun potensinya sangat besar untuk lahan rawa di Sumsel,” jelasnya, Selasa (4/11/2025).

Menurut Bambang, media apung yang digunakan saat ini antara lain stereopom, plastik, dan HDF, yang biayanya masih cukup tinggi.

Namun, penggunaan stereopom dianggap efisien karena dapat dipakai hingga sepuluh kali panen atau sekitar lima tahun.

“Dengan perhitungan itu, ke depan biaya bisa lebih murah dan kita berharap teknologi ini bisa dikembangkan secara masif,” jelasnya.

BACA JUGA: Jasindo dan Dinas Pertanian OKU Teken Kerja Sama Bantuan Premi 100 Persen Asuransi Usaha Tani Padi

Pemerintah Provinsi Sumsel juga tengah berkolaborasi dengan Universitas Sriwijaya (Unsri) serta sejumlah perguruan tinggi lain di daerah tersebut untuk meneliti bahan media apung alternatif yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.

“Sekarang kita fokus mencari media apung yang paling optimal. Kalau tantangan biaya bisa kita atasi, maka teknologi ini bisa diterapkan lebih luas,” tambahnya.

Bambang menyebutkan, pengembangan padi apung diyakini dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP) di Sumsel yang saat ini baru mencapai 1,22 kali tanam per tahun.

Page: 1 2

Redaksi

Share
Tags: Bambang Pramono Dinas Pertanian Sumsel indeks pertanaman inovasi pertanian Empat Lawang lahan rawa Padi Apung Sumatera Selatan teknologi pertanian Universitas Sriwijaya

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Polisi Empat Lawang Dorong Ketahanan Pangan dan Cegah Karhutla

Polisi Empat Lawang mendorong pemanfaatan pekarangan bergizi sekaligus memperkuat pencegahan karhutla melalui patroli dan sambang…

6 jam ago
  • Berita
  • Ekonomi
  • Regional
  • Sumsel

KDEKS Dikukuhkan, Herman Deru Dorong Ekonomi Syariah Lebih Masif

Herman Deru menegaskan KDEKS Sumsel harus memperkuat sosialisasi dan kolaborasi agar potensi ekonomi syariah memberi…

1 hari ago
  • Berita
  • Palembang
  • Sumsel

Joncik Tegaskan KDEKS Harus Berujung pada Ekonomi Rakyat

Bupati Joncik Muhammad menegaskan KDEKS harus menghasilkan kerja nyata, menggerakkan UMKM, dan memberi dampak langsung…

2 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Headline
  • Sumsel

Truk Terjun ke Jurang 80 Meter di Tikungan S Pendopo, Satu Tewas

Truk Dyna terjun ke jurang sedalam 80 meter di Tikungan S Pendopo, Empat Lawang. Pengemudi…

2 hari ago
  • Empat Lawang
  • Kasus
  • Sumsel

Polisi Ungkap Curanmor di Pendopo, Dua Terduga Pelaku Diamankan

Polres Empat Lawang mengungkap kasus curanmor di Pendopo. Dua terduga pelaku diamankan setelah motor korban…

2 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Kecelakaan di Talang Banyu, Satu Orang Meninggal

Kecelakaan di Talang Banyu Empat Lawang melibatkan Vario, Suzuki Carry dan Supra Fit. Satu pengendara…

3 hari ago