Sumsel Perketat Karhutla, Satgas Darat Jadi Ujung Tombak

oleh -392 Dilihat
oleh
Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla Provinsi Sumsel di Griya Agung Palembang, Senin (31/8/2026). Foto: Pemprov Sumsel

Tingkat keparahannya bahkan diprediksi mendekati kondisi saat fenomena El Nino 2015.

Karena itu, kedisiplinan masyarakat menjadi salah satu faktor paling penting dalam mencegah meluasnya kebakaran.

“Disiplin masyarakat untuk tidak membakar lahan menjadi kunci utama,” kata Raja Juli.

BACA JUGA: Patroli Presisi Polres Empat Lawang, Hadirkan Rasa Aman dengan Pendekatan Humanis

Menurutnya, penurunan jumlah hotspot belum berarti Sumsel dan wilayah lainnya sepenuhnya aman.

Terlebih pada kawasan lahan gambut yang masih memiliki potensi menghasilkan asap apabila tidak dilakukan pendinginan secara berulang atau mopping up.

“Meskipun tren hotspot menurun, kondisi secara nasional maupun di area lahan gambut belum sepenuhnya aman dari potensi asap jika tidak dilakukan pendinginan berulang kali,” ujarnya.

Pemerintah juga menegaskan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

BACA JUGA: Pejabat dan Direktur CV Ditangkap dalam Skandal Pompa Portable Rp1,17 Miliar

Raja Juli menyebut Kementerian Kehutanan telah menjatuhkan sanksi kepada enam perusahaan yang dinilai melanggar ketentuan terkait Karhutla.

Dengan penguatan Satgas Darat, bantuan darurat, layanan kesehatan gratis hingga penegakan hukum, pemerintah berharap penanganan Karhutla di Sumsel tidak hanya memadamkan api, tetapi juga memutus rantai kebakaran dari sumbernya.

Pesannya sederhana: api bisa dipadamkan dengan air, tetapi kebiasaan membakar lahan hanya bisa dihentikan dengan kesadaran dan ketegasan. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.