Dampak Karhutla terhadap aktivitas pendidikan juga menjadi perhatian.
Pemerintah melakukan penyesuaian jam masuk sekolah sebagai salah satu langkah menghadapi kondisi udara akibat asap.
Sementara dampak ekonomi masih dikaji, terutama untuk mengetahui sektor-sektor yang mengalami gangguan akibat bencana asap.
BACA JUGA: Empat Lawang Siagakan Pasukan Hadapi Ancaman Karhutla dan El Nino
BNPB: Satgas Darat Jadi Kekuatan Utama
Kepala BNPB RI Letjen TNI Dr. Suharyanto menyebut kondisi Karhutla di Sumsel menunjukkan perbaikan.
Berdasarkan data hingga 30 Agustus 2026, terdeteksi 11 titik api dengan luasan lebih dari 60 hektare.
Dari luasan tersebut, sekitar 15 hektare telah berhasil dipadamkan.
BACA JUGA: Hotspot Sumsel Capai 1.502 Titik Empat Lawang Siaga, Karhutla Masih Terkendali
Sementara sekitar 45 hektare lainnya masih dalam penanganan intensif.
Upaya pemadaman melalui udara juga telah dilakukan.
Sekitar 2,5 hektare area ditangani menggunakan operasi water bombing.
Namun, menurut Suharyanto, sebagian besar pekerjaan pemadaman tetap harus mengandalkan kekuatan personel di darat.
BACA JUGA: Polda Sumsel Bagikan Ribuan Masker untuk Lindungi Warga
“Satgas Darat adalah kekuatan utama. Kami sepakat pengoperasian di darat lebih utama dibanding hanya mengandalkan udara,” tegasnya.






