Categories: Artikel Nasional

“Surat untuk Masa Mudaku”, Pengingat untuk Tidak Mudah Menghakimi dan Berdamai dengan Masa Lalu

SUKABUMI, LINTANGPOS.com – Film “Surat untuk Masa Mudaku”, yang ditulis oleh Daud Sumolang dan terinspirasi dari kisah nyata serta pengalaman hidup pribadi sang sutradara, Sim F., mengangkat cerita tentang trauma, kehilangan, dan perjalanan seseorang untuk berdamai dengan masa lalunya.

Film ini mengisahkan Kefas, seorang anak yang tumbuh di Panti Asuhan Pelita Kasih. Ia dikenal nakal, keras kepala, dan sering membuat masalah.

Namun, di balik sikap tersebut, Kefas menyimpan trauma mendalam setelah kehilangan adiknya, Angelica.

Kehidupan Kefas mulai berubah ketika Simon datang sebagai pengurus baru di panti. Berbeda dengan orang lain, Simon tidak melihat Kefas hanya sebagai anak nakal.

BACA JUGA: Film Na Willa Jadi Pengingat untuk Lebih Memahami Dunia Anak

Dengan kesabaran dan kepedulian, Simon berusaha memahami luka yang tersembunyi di balik perilaku Kefas hingga hubungan keduanya berkembang seperti ayah dan anak.

Ketika dewasa dan telah memiliki keluarga, Kefas masih membawa trauma masa kecilnya. Rasa takut kehilangan membuatnya menjadi terlalu protektif terhadap anaknya.

Kabar meninggalnya Simon kemudian membawa Kefas kembali ke panti dan kembali menghadapkan dirinya pada kenangan serta luka masa lalu.

Melalui kisah tersebut, “Surat untuk Masa Mudaku” menjadi pengingat bagi khalayak ramai untuk tidak mudah menghakimi seseorang hanya dari perilakunya.

BACA JUGA: Siswi SD di Palembang Diduga Dianiaya Guru, Mata Lebam dan Trauma Sekolah

Di balik sikap keras, kemarahan, atau perilaku buruk seseorang, mungkin terdapat luka dan trauma yang tidak diketahui orang lain.

Film ini juga mengajarkan bahwa luka masa lalu yang tidak diselesaikan dapat terus memengaruhi kehidupan hingga dewasa.

Namun, melalui kehadiran, kesabaran, kepedulian, dan keberanian untuk menerima kenyataan, setiap orang memiliki kesempatan untuk sembuh.

Pada akhirnya, Kefas belajar bahwa ia tidak dapat mengubah masa lalu atau mengembalikan orang-orang yang telah pergi.

BACA JUGA: Dari Grup hingga Status WhatsApp, Remaja Pesisir Barat Manfaatkan Media Digital untuk Sebarkan Pesan Dakwah

Namun, ia dapat memilih untuk tidak membiarkan trauma mengendalikan masa depannya.

Page: 1 2

Legina Ainil Valensi

View Comments

Share
Tags: Daud Sumolang Pesan Kehidupan Sim F. Surat untuk Masa Mudaku Trauma Masa Lalu

Recent Posts

  • Berita

Sekda Empat Lawang Temukan Kendala Cetak KTP, Minta Dukungan BPKAD

Sekda Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin menemukan kendala ribbon pencetak KTP-el dan meminta dukungan BPKAD…

3 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Polres Empat Lawang Gelar Donor Darah Sambut HUT ke-75 Humas Polri

Polres Empat Lawang menggelar donor darah serentak dalam rangka HUT ke-75 Humas Polri sebagai bentuk…

17 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Kasus
  • Sumsel

Polisi Gerebek Sebuah Rumah di Kecamatan Pendopo, Pria 52 Tahun Diamankan!

Polres Empat Lawang mengamankan pria 52 tahun di Pendopo. Polisi menyita diduga sabu 0,14 gram,…

18 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Polsek Tebing Tinggi Minta Sengketa Lahan PTPN Diselesaikan lewat Adu Data

Kapolsek Tebing TTinggi Kompol Herman Akhiri mengarahkan klaim lahan 75 hektare terhadap PTPN diselesaikan melalui…

19 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

PTPN IV Buka Peluang Mediasi Klaim Lahan Ujang Zakaria

PTPN IV Regional 7 siap membuka mediasi dan memenuhi panggilan pihak berwenang terkait klaim lahan…

20 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Kasus
  • Sumsel

Polres Empat Lawang Amankan Pria dengan 16 Paket Sabu

Polres Empat Lawang mengamankan pria berinisial E dengan 16 paket sabu seberat bruto 3,26 gram…

2 hari ago