Ringkasan Berita:
° Pemkot Pagar Alam resmi menghapus status honorer dan mengangkat 1.729 pegawai menjadi PPPK Paruh Waktu per 31 Desember 2025.
° Meski status lebih jelas, gaji justru turun menjadi Rp700 ribu per bulan, memicu dilema antara kepastian kerja dan kesejahteraan.
PAGAR ALAM, LINTANGPOS.com — Sejarah baru tercipta di tubuh birokrasi Pemerintah Kota Pagar Alam pada penghujung 2025.
Tepat pada Rabu (31/12/2025), sebanyak 1.729 pegawai honorer resmi dikukuhkan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Sejak hari itu, tak ada lagi istilah “honorer” di lingkungan Pemkot Pagar Alam.
Namun, di balik suasana haru dan tepuk tangan yang mengiringi seremoni pengukuhan, muncul satu fakta yang langsung menyedot perhatian: besaran gaji.
Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah ST, secara terbuka menyampaikan bahwa para PPPK Paruh Waktu kini menerima gaji Rp700 ribu per bulan.
Nominal tersebut bahkan lebih kecil dibandingkan penghasilan sebagian honorer sebelumnya.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada PPPK Paruh Waktu yang sudah menerima gaji yang telah ditetapkan, yaitu Rp700 ribu per bulan. Karena sebelumnya ada yang menerima gaji lebih besar,” ujar Ludi.
Keputusan ini, menurut Ludi, bukan perkara mudah.
Proses pengangkatan berlangsung panjang dan penuh pertimbangan, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah.
“Meskipun dalam keterbatasan anggaran, saya tekadkan untuk tetap mengangkat PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemkot Pagar Alam,” tegasnya.
Bagi ribuan pegawai, perubahan status ini menjadi pertukaran besar: kehilangan sebagian penghasilan, tetapi mendapatkan kepastian kerja, perlindungan administratif, serta posisi yang lebih jelas dalam sistem birokrasi pemerintahan.
Status honorer yang selama ini rentan terhadap ketidakpastian kini resmi ditinggalkan.
BACA JUGA: Gaji ke-13 PNS Diprediksi Cair Lagi di 2026! Ini Bocoran Jadwal & Nominal Lengkapnya
Sebagai gantinya, para pegawai masuk dalam sistem PPPK, meski dengan realitas baru: gaji yang lebih sederhana.
Wali Kota berharap keputusan besar ini sejalan dengan peningkatan kinerja.
Ia mengajak seluruh PPPK Paruh Waktu untuk berperan aktif menyukseskan 14 program unggulan Pemkot Pagar Alam.
“Saya harap PPPK Paruh Waktu bisa bekerja dengan hati dalam melayani masyarakat Pagar Alam,” tuturnya.
Transformasi ini menandai babak baru birokrasi Pagar Alam — tanpa honorer, dengan tantangan menjaga semangat dan motivasi ribuan pegawai di tengah realitas gaji yang jauh lebih rendah.
Sebuah langkah berani, yang dampaknya akan terus diuji oleh waktu dan pelayanan publik. (*/red)





