Seserahan Tradisi Punjungan Matah sebagai simbol permintaan maaf dan upaya penyelesaian konflik secara adat di Desa Gunung Meraksa Baru, Empat Lawang.
EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Di tengah maraknya penyelesaian konflik melalui jalur hukum, masyarakat Desa Gunung Meraksa Baru, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, masih mempertahankan tradisi adat yang dipercaya mampu memulihkan hubungan antarkeluarga.
Tradisi tersebut dikenal dengan nama “Punjungan Matah”.
Punjungan Matah merupakan prosesi ketika pihak yang bersalah mendatangi keluarga korban dengan membawa bahan makanan mentah, seperti beras, ayam, kelapa, serta kebutuhan pokok lainnya.
Hantaran tersebut bukan sekadar pemberian, melainkan simbol pengakuan kesalahan, tanggung jawab, dan niat tulus untuk berdamai.
BACA JUGA: Call Center 110 Sigap, Polsek Pendopo Bantu Warga Mobil Mogok
Penelitian yang dilakukan Legina Ainil Valensi dari UIN Raden Fatah Palembang menunjukkan bahwa tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun dan masih dipraktikkan hingga sekarang.
Masyarakat meyakini Punjungan Matah mampu mencegah konflik berkepanjangan dan balas dendam yang dapat merusak keharmonisan sosial.
Pelaksanaan tradisi diawali dengan permintaan mediasi kepada tokoh adat atau kepala desa.
Selanjutnya, tokoh adat menyampaikan niat baik keluarga pelaku kepada keluarga korban.
Setelah itu dilakukan penyerahan hantaran, musyawarah untuk menentukan bentuk pertanggungjawaban, hingga akhirnya kedua belah pihak sepakat berdamai.
BACA JUGA: Oliver Kahn Peringatkan Bundesliga: Berhenti Bersembunyi di Balik Tradisi!
Menariknya, Punjungan Matah tetap relevan di era modern. Tradisi ini bahkan digunakan dalam penyelesaian konflik akibat kecelakaan lalu lintas maupun sengketa tanah.
Meski proses hukum tetap berjalan, masyarakat menganggap adat berperan penting untuk memulihkan hubungan sosial yang tidak dapat diselesaikan hanya melalui putusan hukum.
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa Punjungan Matah memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar tradisi. Prosesi ini mengajarkan pengendalian diri, tanggung jawab, musyawarah, serta penghormatan kepada sesama.
Page: 1 2
Polres Empat Lawang dan BNN menggerebek lokasi dugaan peredaran narkoba di Desa Batu Lintang. Empat…
Kajati Sumsel Nurcahyo J. M. mengunjungi Kejari Empat Lawang untuk memantau kinerja, memperkuat koordinasi, dan…
Kasus ISPA menjadi perhatian saat kemarau panjang. Dinas Kesehatan menyiagakan pelayanan di 10 puskesmas dan…
BNN Empat Lawang menguatkan gerakan Bejeghum P4GN Bersinar dengan melibatkan pemerintah desa, organisasi perempuan, dan…
Bupati Joncik Muhammad berharap tujuh mahasiswa Unhan yang ditugaskan di Sekolah Rakyat Empat Lawang mampu…
Budi Antoni Aljufri menegaskan kembali ke Golkar untuk berkarya bagi masyarakat. Ia menyebut perbedaan politik…
View Comments