“Kalau muncul anomali, kami langsung melakukan pengecekan apakah data tersebut benar atau tidak. Anomali bukan berarti salah, tetapi datanya tidak sesuai pola umum sehingga perlu dipastikan kembali,” terang Lasdiarso.
BACA JUGA: BPS dan Polres Empat Lawang Perkuat Sinergi
Ia mencontohkan, dalam sektor pertanian terdapat usaha yang pada periode tertentu belum memperoleh keuntungan.
Kondisi seperti itu tetap memungkinkan terjadi sehingga memerlukan klarifikasi sebelum data dinyatakan valid.
Dengan pendekatan kolaboratif, pendampingan petugas, serta dukungan teknologi monitoring, BPS berharap seluruh proses Sensus Ekonomi di Kabupaten Empat Lawang menghasilkan data yang akurat.
Data tersebut nantinya menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan dan perencanaan ekonomi daerah yang lebih tepat sasaran. (red)






