Tak Sekadar Mendata, BPS Empat Lawang Punya Cara Khusus Agar Sensus Ekonomi Tak Ditolak Warga

EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com BPS Kabupaten Empat Lawang menggelar kegiatan ngisih bareng bersama petugas Sensus Ekonomi pada 15 Juli 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas data lapangan.

Selain memperkuat koordinasi dengan OPD, BPS mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat dan memastikan akurasi data melalui sistem monitoring yang telah mencapai progres lebih dari 40 persen.

Mengumpulkan data ekonomi masyarakat ternyata bukan sekadar mendatangi rumah atau tempat usaha.

Dibutuhkan strategi, komunikasi yang baik, hingga kolaborasi lintas instansi agar informasi yang diperoleh benar-benar akurat.

BACA JUGA: BPS dan Polres Empat Lawang Perkuat Sinergi

Itulah yang menjadi fokus Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Empat Lawang melalui kegiatan ngisih bareng bersama petugas Sensus Ekonomi yang digelar pada Rabu (15/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan petugas lapangan sekaligus meningkatkan kualitas pendataan.

BPS juga menggandeng pemerintah daerah melalui koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) agar pelaksanaan sensus berjalan lebih efektif.

Kepala BPS Kabupaten Empat Lawang, Lasdiarso, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membantu petugas lapangan memperoleh data yang berkualitas.

BACA JUGA: BLT Rp900 Ribu Cair November 2025! Cek Namamu Sekarang di Sini, Jangan Sampai Terlewat

“Intinya kami ingin mendapatkan data yang bagus. Kami ingin membantu petugas lapangan dengan cara ngisih bareng,” ujarnya.

Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi langkah penting karena pelaksanaan sensus memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk dalam menjangkau responden maupun membangun kepercayaan masyarakat.

Lasdiarso juga menanggapi isu mengenai adanya masyarakat yang menolak didata. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hal yang wajar dalam pelaksanaan sensus berskala besar.

“Kalau ada yang menolak, kami menganggap itu wajar. Tidak semua orang langsung senang ketika didatangi petugas. Karena itu kami mengedepankan pendekatan persuasif dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah apabila diperlukan,” katanya.

BACA JUGA: 21 Warga di Desa Karang Are Terima BLT, Harapan Baru di Tengah Tekanan Ekonomi!

Ia menambahkan, penolakan tidak selalu disebabkan oleh responden. Faktor lain seperti sikap petugas saat berinteraksi maupun waktu kunjungan yang kurang tepat juga dapat memengaruhi penerimaan masyarakat.

Page: 1 2

Legina Ainil Valensi

Recent Posts

Dari Grup hingga Status WhatsApp, Remaja Pesisir Barat Manfaatkan Media Digital untuk Sebarkan Pesan Dakwah

Penelitian Nestia Destiani membahas pemanfaatan WhatsApp sebagai media penyebaran pesan dakwah oleh remaja di Desa…

13 jam ago

DMI Empat Lawang Tegaskan Masjid Harus Jadi Pusat Peradaban

Ketua DMI Empat Lawang Dodi Irawan menegaskan masjid harus menjadi pusat peradaban, pendidikan dan pemberdayaan…

15 jam ago

DMI Sumsel Tegaskan Empat Lawang Harus Jadi Pusat Gerakan Masjid

Ketua DMI Sumsel menegaskan DMI Empat Lawang harus menyatu dengan pemerintah dan aktif menguatkan agenda…

22 jam ago

DMI Empat Lawang Bangkit, Kepengurusan Baru Resmi Dilantik

Kepengurusan baru DMI Empat Lawang resmi dilantik. Bupati Joncik berharap organisasi kembali aktif dan mampu…

22 jam ago

Deah Monica Soroti Tata Ruang dan Permukiman di Sekitar Rel Kereta Api Empat Lawang

Artikel ilmiah Deah Monica mengulas implementasi kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah terhadap permukiman di sekitar…

23 jam ago

Api Berkobar di Tebing Alay, BPBD Turunkan Enam Personel

Kebakaran lahan terjadi di Tebing Alay, Empat Lawang. BPBD mengerahkan enam personel untuk memadamkan api…

2 hari ago