Tak Sekadar Mendata, BPS Empat Lawang Punya Cara Khusus Agar Sensus Ekonomi Tak Ditolak Warga

oleh -74 Dilihat
Kepala BPS Empat Lawang, Lasdiarso, Foto: dok/LINTANGPOS.com

EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com BPS Kabupaten Empat Lawang menggelar kegiatan ngisih bareng bersama petugas Sensus Ekonomi pada 15 Juli 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas data lapangan.

Selain memperkuat koordinasi dengan OPD, BPS mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat dan memastikan akurasi data melalui sistem monitoring yang telah mencapai progres lebih dari 40 persen.

Mengumpulkan data ekonomi masyarakat ternyata bukan sekadar mendatangi rumah atau tempat usaha.

Dibutuhkan strategi, komunikasi yang baik, hingga kolaborasi lintas instansi agar informasi yang diperoleh benar-benar akurat.

BACA JUGA: BPS dan Polres Empat Lawang Perkuat Sinergi

Itulah yang menjadi fokus Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Empat Lawang melalui kegiatan ngisih bareng bersama petugas Sensus Ekonomi yang digelar pada Rabu (15/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan petugas lapangan sekaligus meningkatkan kualitas pendataan.

BPS juga menggandeng pemerintah daerah melalui koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) agar pelaksanaan sensus berjalan lebih efektif.

Kepala BPS Kabupaten Empat Lawang, Lasdiarso, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membantu petugas lapangan memperoleh data yang berkualitas.

BACA JUGA: BLT Rp900 Ribu Cair November 2025! Cek Namamu Sekarang di Sini, Jangan Sampai Terlewat

“Intinya kami ingin mendapatkan data yang bagus. Kami ingin membantu petugas lapangan dengan cara ngisih bareng,” ujarnya.

Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi langkah penting karena pelaksanaan sensus memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk dalam menjangkau responden maupun membangun kepercayaan masyarakat.

Lasdiarso juga menanggapi isu mengenai adanya masyarakat yang menolak didata. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hal yang wajar dalam pelaksanaan sensus berskala besar.

“Kalau ada yang menolak, kami menganggap itu wajar. Tidak semua orang langsung senang ketika didatangi petugas. Karena itu kami mengedepankan pendekatan persuasif dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah apabila diperlukan,” katanya.

BACA JUGA: 21 Warga di Desa Karang Are Terima BLT, Harapan Baru di Tengah Tekanan Ekonomi!

Ia menambahkan, penolakan tidak selalu disebabkan oleh responden. Faktor lain seperti sikap petugas saat berinteraksi maupun waktu kunjungan yang kurang tepat juga dapat memengaruhi penerimaan masyarakat.

“Bisa saja petugas kurang sopan atau datang pada saat responden sedang memiliki persoalan pribadi. Hal-hal seperti itu juga menjadi bahan evaluasi kami,” jelasnya.

Meski demikian, Lasdiarso memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi di Kabupaten Empat Lawang masih berjalan sesuai target.

Hingga pertengahan Juli 2026, progres pendataan telah melampaui angka 40 persen.

BACA JUGA: Herman Deru Tegaskan Pembangunan Sumsel Harus Berdasarkan Data Akurat BPS

“Alhamdulillah progresnya sudah lebih dari 40 persen. Sesuai target, sampai tanggal 15 Juli memang ditargetkan sekitar 40 persen sudah terdaftar,” ungkapnya.

Untuk menjaga kualitas hasil sensus, BPS tidak hanya membekali petugas dengan pelatihan sesuai standar operasional prosedur (SOP), tetapi juga memanfaatkan sistem dashboard monitoring yang dapat memantau proses pendataan secara real time.

Melalui sistem tersebut, BPS dapat mengetahui apabila terdapat responden yang menolak diwawancarai maupun menemukan anomali data, yakni informasi yang dianggap tidak lazim sehingga perlu diverifikasi kembali.

“Kalau muncul anomali, kami langsung melakukan pengecekan apakah data tersebut benar atau tidak. Anomali bukan berarti salah, tetapi datanya tidak sesuai pola umum sehingga perlu dipastikan kembali,” terang Lasdiarso.

BACA JUGA: BPS dan Polres Empat Lawang Perkuat Sinergi

Ia mencontohkan, dalam sektor pertanian terdapat usaha yang pada periode tertentu belum memperoleh keuntungan.

Kondisi seperti itu tetap memungkinkan terjadi sehingga memerlukan klarifikasi sebelum data dinyatakan valid.

Dengan pendekatan kolaboratif, pendampingan petugas, serta dukungan teknologi monitoring, BPS berharap seluruh proses Sensus Ekonomi di Kabupaten Empat Lawang menghasilkan data yang akurat.

Data tersebut nantinya menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan dan perencanaan ekonomi daerah yang lebih tepat sasaran. (red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.