Telaga Viral di Ring Road Kepahiang, Bupati Turun Langsung

oleh -89 Dilihat
oleh
Bupati Kepahiang meninjau langsung telaga viral di Ring Road. Ia menyoroti potensi wisata, keselamatan pengunjung, dan pentingnya menjaga lingkungan. Foto: Kominfo Kepahiang

Ringkasan Berita:

Viralnya telaga di jalur Ring Road Pusat Perkantoran Pemkab Kepahiang menarik perhatian Bupati H. Zurdi Nata. Ia turun langsung ke lokasi, menyapa pengunjung, serta memberi pesan soal keselamatan, kebersihan, dan potensi telaga sebagai wisata lokal strategis.


KEPAHIANG, LINTANGPOS.com – Sebuah telaga yang terletak di jalur Ring Road Pusat Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang menuju Desa Tebat Monok mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Keindahan alam yang ditawarkan, ditambah akses yang mudah dijangkau, membuat telaga ini ramai dikunjungi warga, terutama kalangan anak muda yang gemar berswafoto.

Viralnya telaga tersebut rupanya tak luput dari perhatian pejabat nomor satu dalam pemerintahan di Kabupaten Kepahiang.

Pada Kamis sore (29/1/2026), Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata, S.IP., menyempatkan diri untuk melihat langsung kondisi telaga yang kini menjelma menjadi destinasi favorit dadakan masyarakat.

Setibanya di lokasi, Bupati tampak terkejut sekaligus terkesan melihat antusiasme pengunjung.

“Wah, sudah ramai ya. Sampai antre untuk selfie,” ujar Bupati dengan nada santai sambil memperhatikan warga yang bergantian mengabadikan momen di sekitar telaga.

BACA JUGA: Pulo Mas Bangkit! Musim Tanam Baru Siap Curi Perhatian Wisatawan

Suasana sore itu terasa hidup. Telaga yang berada di kawasan hutan kemasyarakatan (HKM) tersebut dikelilingi pepohonan hijau yang masih terjaga.

Pantulan air telaga yang tenang berpadu dengan latar alam asri menciptakan daya tarik tersendiri.

Tak heran, pengunjung tidak hanya datang dari wilayah Kepahiang, tetapi juga dari daerah tetangga.

Dalam kunjungannya, Bupati Kepahiang menyempatkan diri menyapa warga satu per satu.

Mayoritas pengunjung didominasi anak-anak muda yang penasaran dengan telaga yang sering muncul di linimasa media sosial.

Kehadiran Bupati pun disambut hangat, bahkan beberapa warga tak melewatkan kesempatan untuk berfoto bersama.

BACA JUGA: Estafet Kepemimpinan Berganti! Noperman Jabat Plt Kadis Pariwisata Empat Lawang yang Baru

Bupati juga bertemu langsung dengan Romli, Ketua Kelompok Tani Sepakat Kelurahan Dusun Kepahiang, yang selama ini mengelola kawasan HKM tempat telaga tersebut berada.

Dalam perbincangan singkat namun serius, Bupati menekankan pentingnya pengelolaan yang bijak agar keberadaan telaga tidak merusak lingkungan sekitar.

“Silakan diatur sebaik mungkin, tapi tolong perhatikan warga yang datang. Jangan sampai merusak tanaman yang ada, dan ingatkan juga untuk tidak membuang sampah sembarangan,” pesan Bupati Kepahiang.

Ia menegaskan bahwa kelestarian alam harus menjadi prioritas utama seiring meningkatnya jumlah pengunjung.

Selain soal kebersihan dan kelestarian, aspek keselamatan juga menjadi perhatian.

Lokasi telaga yang berada tepat di jalur Ring Road dinilai sangat strategis, namun sekaligus memiliki potensi risiko.

BACA JUGA: Bukit Siguntang, Wisata Sejarah dan Alam di Palembang yang Sarat Nilai Budaya

Jalur tersebut merupakan lintasan kendaraan menuju Kota Bengkulu maupun sebaliknya, dengan arus lalu lintas yang cukup ramai.

“Tempatnya strategis karena berada di jalur lintasan. Tapi tetap harus hati-hati karena ini jalan lintas. Kewaspadaan harus menjadi perhatian bersama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Bupati mengingatkan.

Meski demikian, Bupati Kepahiang menyatakan dukungannya terhadap pengembangan telaga sebagai potensi wisata lokal.

Menurutnya, jika dikelola dengan baik, telaga ini bisa menjadi rest area alami bagi pengendara yang melintas sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Fenomena telaga viral di Ring Road Kepahiang ini menjadi contoh bagaimana potensi alam yang sebelumnya luput dari perhatian bisa mendadak populer berkat media sosial.

Tantangan ke depan bukan hanya menjaga viralitasnya, tetapi memastikan keindahan alam tetap lestari, aman, dan memberi manfaat jangka panjang bagi daerah dan masyarakat Kepahiang. (*/red)