Ringkasan Berita:
° Rencana pemberian insentif penuh selama setahun kepada 1.535 guru PAUD-TK non sertifikasi di Kendal disambut haru dan tepuk tangan meriah.
° Meski nominalnya terbatas, kebijakan ini dinilai menjadi angin segar bagi pejuang pendidikan usia dini.
KENDAL, LINTANGPOS.com – Sorak sorai dan tepuk tangan bergemuruh memenuhi Pendopo Pemerintah Kabupaten Kendal.
Suasana yang biasanya formal mendadak berubah menjadi penuh haru dan semangat, ketika kabar tentang rencana penerapan insentif penuh bagi guru non sertifikasi mulai tahun depan disampaikan.
Bagi ratusan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK), momen itu bukan sekadar pengumuman kebijakan, melainkan pengakuan atas perjuangan panjang yang selama ini mereka jalani dalam senyap.
Di Kabupaten Kendal, tercatat ada 1.535 guru PAUD-TK non sertifikasi yang hingga kini terus setia menjaga nyala lilin pendidikan dari ruang-ruang kelas sederhana.
Dengan insentif yang selama ini masih jauh dari kata sejahtera, mereka tetap hadir setiap hari, mengajarkan huruf pertama, angka pertama, serta nilai-nilai dasar kehidupan kepada anak-anak usia dini.
Ketua Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Kendal, Indah Sulistiyorini, tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya saat menyampaikan respons para guru.
BACA JUGA: Kemensos Kejutkan Guru PAUD, BSU Rp 600 Ribu Resmi Meluncur, Begini Cara Mendapatkannya!
Menurutnya, kabar insentif penuh selama setahun merupakan harapan lama yang akhirnya mulai menemukan titik terang.
“Kami mewakili teman-teman merasa bahagia. Tadi disampaikan ibu bupati tahun depan dapat insentif full setahun,” ujar Indah usai acara, Selasa (16/12/2025).
Indah bercerita, perjalanan insentif bagi guru non sertifikasi di Kendal bukan tanpa pasang surut.
Pada rentang waktu 2020 hingga 2023, para guru sempat menerima insentif selama 11 bulan dalam setahun.
Namun kondisi tersebut berubah di tahun-tahun berikutnya.
Pada 2025, insentif yang diterima hanya diberikan tiga bulan sekali dan langsung disalurkan melalui rekening masing-masing guru.
BACA JUGA: Sumsel Targetkan Setiap Desa Punya PAUD, Siapkan Generasi Emas dari Usia Dini
“Besarannya Rp 225 ribu per bulan. Untuk tahun 2025 ini kita hanya dapat tiga bulan, dan tahun-tahun dulu juga tiga bulan,” sambungnya.





