EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Suasana senja di tepian Sungai Musi, Rabu (11/2/2026), berubah mencekam.
Seorang warga Desa Batu Lintang, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, dilaporkan tenggelam dan terbawa arus saat memasang perangkap ikan.
Korban diketahui bernama Anjasmi Andesta (32).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, ketika cahaya matahari mulai meredup dan aktivitas warga di sungai biasanya memasuki tahap akhir sebelum malam tiba.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Anjasmi berangkat ke sungai bersama dua rekannya dengan tujuan memasang perangkap ikan di beberapa titik sepanjang aliran sungai.
Setibanya di lokasi, ketiganya sepakat berpencar untuk memasang perangkap masing-masing di titik berbeda.
BACA JUGA: Bermain di Sungai, Bocah 3,5 Tahun Hanyut Tak Kembali
Pola ini umum dilakukan agar area tangkapan lebih luas.
Namun, tak lama setelah berpencar, suasana tenang di tepi sungai mendadak pecah oleh teriakan minta tolong.
Dua rekan korban yang mendengar suara tersebut segera bergegas menuju arah sumber suara.
Mereka berusaha mendekat secepat mungkin, namun ketika tiba di lokasi yang diduga menjadi titik Anjasmi berteriak, korban sudah tidak terlihat lagi di permukaan air.
Upaya pencarian awal dilakukan secara manual.
Kedua rekannya menyisir tepian sungai dan memanggil nama korban, berharap ada respons atau tanda-tanda keberadaan Anjasmi.
BACA JUGA: Mayat di Sungai Musi Ternyata Bocah Hanyut dari Curup
Namun hingga beberapa waktu berselang, korban tak juga ditemukan.
Dugaan sementara, Anjasmi terpeleset atau kehilangan keseimbangan saat memasang perangkap ikan, kemudian tenggelam dan terseret arus Sungai Musi yang dikenal cukup deras, terlebih menjelang malam hari.
Karakter arus yang dapat berubah sewaktu-waktu membuat risiko kecelakaan air semakin tinggi.
Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada aparat setempat dan diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palembang.
Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan satu tim Rescue menuju lokasi kejadian.
“Saat ini Tim Rescue kami sudah berada di lokasi untuk melakukan pencarian,” ujar Raymond, Kamis (12/2/2026).
BACA JUGA: Terancam Hanyut! Longsor Sungai Musi Rusak 11 Rumah Warga
Dalam operasi ini, tim SAR gabungan dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) guna memaksimalkan area pencarian.
Strategi tersebut diterapkan agar proses penyisiran lebih efektif dan terkoordinasi.
SRU 1 bertugas melakukan penyisiran sepanjang aliran Sungai Musi sejauh kurang lebih 5 kilometer persegi ke arah timur laut dari titik dugaan korban tenggelam.
Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet milik Basarnas serta perahu milik masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian.
“SRU 1 melakukan pencarian dengan cara menyisir aliran Sungai Musi sejauh 5 KM² ke arah timur laut menggunakan perahu karet dan perahu masyarakat,” jelas Raymond.
Sementara itu, SRU 2 disiapkan untuk melakukan pencarian lanjutan dengan metode berbeda apabila kondisi memungkinkan.
BACA JUGA: Pelajar 15 Tahun yang Hanyut di Sungai Kelingi Akhirnya Ditemukan
Tim ini akan melakukan penyelaman di titik-titik yang dicurigai menjadi lokasi korban tersangkut atau berada di dasar sungai.
Selain pencarian fisik di lapangan, tim SAR juga menyebarkan informasi kepada masyarakat yang bermukim di sepanjang pesisir Sungai Musi.
Warga diminta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Langkah ini dinilai penting mengingat panjangnya aliran sungai serta potensi arus yang dapat membawa korban cukup jauh dari lokasi awal kejadian.
Cuaca dan kondisi arus menjadi faktor krusial dalam menentukan strategi pencarian.
Arus yang deras serta jarak pandang yang terbatas menjelang malam turut menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
BACA JUGA: Terungkap! Oknum Kades Pesan Kamar Lokasi Wanita Tewas di Lebong
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat yang beraktivitas di perairan, khususnya saat memasang perangkap ikan atau melakukan kegiatan lain di sungai.
Penggunaan alat keselamatan seperti pelampung, memperhatikan kondisi arus, serta menghindari aktivitas menjelang gelap adalah langkah-langkah preventif yang dapat meminimalkan risiko kecelakaan air.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap Anjasmi Andesta masih terus berlangsung.
Pihak keluarga dan masyarakat Desa Batu Lintang berharap upaya maksimal tim SAR gabungan segera membuahkan hasil.
“Semoga dengan berbagai upaya yang kami lakukan ini korban dapat segera kami temukan,” tutup Raymond.
Di tengah derasnya arus Sungai Musi, harapan keluarga dan warga setempat tetap mengalir—menanti kabar yang dapat mengakhiri penantian panjang sejak senja itu berubah menjadi duka. (*/red)





