Kehadiran posko ini sangat membantu, mengingat dari 15 puskesmas di Aceh Tamiang, 12 di antaranya terdampak banjir.
Air boleh menghanyutkan rumah dan fasilitas, tapi tidak semangat masyarakat Aceh Tamiang.
Dan kehadiran Tim Medis Sumsel menjadi bukti bahwa solidaritas antardaerah masih hidup—bahkan mengalir deras.
Hingga kini, tim terus bekerja di 12 kecamatan terdampak, mulai dari Banda Mulia hingga Tenggulun.
Di tengah lumpur dan reruntuhan, mereka membawa kembali harapan bahwa pemulihan bukan sekadar kata, tetapi tindakan nyata.
Dengan jargon yang terus dikumandangkan—“Sumsel Tangguh Tamiang Sembuh”—tim ini tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan kekuatan moral bagi warga yang tengah berjuang menghidupkan kembali keseharian mereka. (*/red)





