EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Aksi kejahatan jalanan kembali menghantui pengguna Jalan Lintas Tengah Sumatera.
Kali ini, peristiwa begal sadis terjadi di dekat Jembatan Gandeng, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang, Jumat (6/2) malam sekitar pukul 19.00 WIB.
Kejadian ini tak hanya menyisakan trauma mendalam bagi korban, tetapi juga memicu kekhawatiran luas di tengah masyarakat yang kerap melintasi jalur tersebut, terutama pada malam hari.
Korban diketahui bernama Efri, seorang kurir ekspedisi asal Lorong Sawah, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.
Malam itu, Efri tengah menjalankan tugas rutinnya mengantarkan paket ke wilayah Kecamatan Saling.
Dengan mengendarai sepeda motor, ia melintasi ruas jalan yang dikenal relatif sepi dan minim penerangan, khususnya di sekitar Jembatan Gandeng.
BACA JUGA: Tak Kapok Keluar Penjara, Residivis Begal Empat Lawang Ditangkap Lagi
Tanpa disangka, perjalanan mencari nafkah itu berubah menjadi mimpi buruk.
Di lokasi tersebut, Efri diduga dihadang oleh pelaku begal.
Dalam waktu singkat, sepeda motor korban dirampas.
Tak berhenti sampai di situ, pelaku juga menggondol tas keranjang berisi 15 paket milik pelanggan yang belum sempat diantarkan.
Tas selempang berisi uang setoran hasil pengantaran pun ikut disikat. Lebih tragis lagi, korban mengalami kekerasan fisik dan menderita empat luka bacokan di sejumlah bagian tubuhnya akibat serangan senjata tajam pelaku.
Kejadian ini dengan cepat menyebar luas setelah rekan korban, Febby Irawan, mengunggah informasi tersebut ke media sosial Facebook.
BACA JUGA: Ojol Palembang Dibegal Siang Hari, Motor Raib di Jalan Malaka
Dalam unggahannya, Febby merinci sejumlah barang milik korban yang dibawa kabur pelaku, di antaranya satu unit sepeda motor Honda Beat Street warna cokelat dengan nomor polisi BG 5693 SD, tas keranjang berisi paket, serta tas selempang.
Ia juga mengajak warganet untuk membantu memberikan informasi apabila melihat kendaraan atau barang-barang tersebut.
“Mohon kalau ada kawan-kawan di FB yang melihat mohon bantu hubungi kami,” tulis Febby dalam unggahan yang kemudian dibagikan puluhan kali dan menuai ratusan komentar.
Respons publik pun mengalir deras. Banyak pengguna Facebook, khususnya warga Empat Lawang, mengecam keras aksi pelaku yang dinilai sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan.
Simpati untuk korban berdatangan, disertai kemarahan dan tuntutan agar aparat keamanan meningkatkan patroli di wilayah rawan kejahatan, terutama di jalur lintas Sumatera yang menjadi urat nadi transportasi antarwilayah.
Bagi sebagian warga, Jembatan Gandeng bukanlah lokasi asing dalam catatan kerawanan.
BACA JUGA: Diancam Pisau, Motor Pelajar Dibegal
Kondisi jalan yang sepi, minim penerangan, dan jauh dari permukiman kerap dianggap menjadi celah bagi pelaku kejahatan untuk beraksi.
Kasus yang menimpa Efri seolah menjadi alarm keras bahwa ancaman begal masih nyata dan dapat menimpa siapa saja, terlebih mereka yang bekerja hingga malam hari seperti kurir, sopir, dan pedagang.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam penanganan medis akibat luka-luka yang dideritanya.
Sementara itu, harapan besar disematkan kepada aparat kepolisian agar pelaku segera tertangkap dan rasa aman masyarakat dapat dipulihkan.
Menanggapi kejadian tersebut, Kasat Reskrim Polres Empat Lawang, Iptu Adam Rahman, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan langkah awal.
“Sudah diatensi. Anggota sudah hunting wilayah di situ untuk mengetahui keberadaan pelaku,” ujarnya singkat. (*/red)






