Dua pemuda di Indralaya ditangkap usai menganiaya Edwar hingga luka berat akibat salah paham. Polisi mengungkap kronologi lengkap dan ancaman hukumannya, Minggu (16/11/2025). Foto: Istimewa
Ringkasan Berita:
° Dua pria di Indralaya Utara, Mahmud dan Misbakun, nekat menganiaya Edwar hingga nyaris tewas hanya karena tersinggung ucapan korban.
° Setelah kabur, keduanya ditangkap polisi. Mereka dijerat Pasal 170 ayat (2) ke-2 KUHP dengan ancaman sembilan tahun penjara.
OGAN ILIR, LINTANGPOS.com – Desa Tanjung Pering, Kecamatan Indralaya Utara, mendadak riuh setelah insiden pengeroyokan pada Jumat (14/11/2025) nyaris merenggut nyawa seorang warga bernama Edwar Sanjaya (31).
Dua pelaku, Mahmud (31) dan Misbakun (19), kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi.
Peristiwa itu bermula dari pertemuan yang tampak biasa.
Edwar berjumpa dengan Mahmud dan Misbakun tanpa firasat buruk sedikit pun.
Namun, suasana berubah panas hanya karena sebuah perkataan yang dianggap menyinggung perasaan.
Diduga tersulut emosi, kedua tersangka langsung melayangkan pukulan.
BACA JUGA: Ojol di Palembang Ditusuk Orang Tak Dikenal Gara-gara Saling Tatap di Jalan
“Para tersangka lalu memukul dan salah seorang diantaranya mengeluarkan pisau, melakukan penusukan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir, AKP Mukhlis, saat memberikan keterangan di Mapolres Ogan Ilir, Minggu (16/11/2025).
Tindakan brutal tersebut membuat Edwar mengalami luka cukup parah.
Beruntung tim medis bergerak cepat sehingga nyawanya masih dapat diselamatkan.
Sementara itu, Mahmud dan Misbakun memilih kabur, meninggalkan lokasi dengan panik.
Namun pelarian mereka tak berlangsung lama.
Petugas yang bergerak cepat berhasil meringkus keduanya tak jauh dari wilayah Indralaya.
BACA JUGA: Pria di Baturaja Tewas Ditusuk Rekan Kerja, Pelaku Masih Buron!
“Tidak butuh waktu lama bagi kami untuk meringkus para tersangka. Keduanya terpantau masih berada di wilayah Indralaya,” kata Mukhlis.
Setelah menganiaya korban, pelaku membuang pisau yang digunakan.
Hingga kini, barang bukti tersebut masih dalam pencarian polisi.
Kepada penyidik, keduanya mengakui bahwa aksi mereka dipicu emosi sesaat akibat ucapan korban.
“Motifnya salah paham. Namun tidak dibenarkan melakukan penganiayaan, apalagi hampir merenggut nyawa orang,” tegas Mukhlis.
Page: 1 2
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Empat Lawang, Suparno, memberikan tanggapan terkait dugaan perundungan
Siswa Sekolah Rakyat Empat Lawang diduga menjadi korban perundungan hingga cedera tangan dan harus dipulangkan…
People pleaser kerap mengutamakan kebahagiaan orang lain hingga lupa mengenali dan memenuhi kebutuhan dirinya sendiri.
Indah SJ mengingatkan pentingnya mengenali kapasitas dan batas diri saat membantu orang lain agar tidak…
Polsek Talang Padang menggencarkan patroli Karhutla dan mengajak warga tidak membakar lahan demi menjaga lingkungan…
Polsek Muara Pinang menggencarkan Makmano Karhutla melalui patroli dan edukasi warga untuk mencegah pembakaran hutan…