Ia juga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, khususnya di wilayah permukiman yang rawan genangan air saat musim hujan.
BPBD OKI Terima Laporan
Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, Nova Triyussanto, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai balita yang meninggal dunia akibat tenggelam di genangan air halaman rumah tersebut pada Minggu malam.
“Informasi yang kami terima sekitar pukul 19.00 WIB tadi malam. Saat ini kronologi kejadian masih dalam proses penanganan dan pemeriksaan oleh pihak berwajib,” jelas Nova.
BPBD OKI, kata Nova, saat ini masih berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat untuk memastikan penyebab pasti kejadian.
BACA JUGA: Sebaran Program Makan Bergizi Gratis di Palembang Belum Merata, Dinkes Sebut Kekurangan 80 Dapur
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya genangan air, terutama di lingkungan rumah yang dihuni anak-anak.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Hingga kini, aparat kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah kejadian murni kecelakaan atau terdapat faktor lain yang menyertainya.
“Keterangan lebih rinci masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian,” tambah Nova.
Pihak berwenang meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu informasi resmi dari aparat terkait agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi.
BACA JUGA: Dapur SPPG Pertama di Sumsel Dilepas Wakil Gubernur Cik Ujang
Ancaman Genangan Air di Lingkungan Rumah
Peristiwa ini kembali membuka mata banyak pihak bahwa genangan air di sekitar rumah dapat menjadi ancaman serius, terutama bagi balita.
Anak-anak usia di bawah lima tahun memiliki keterbatasan dalam mengenali bahaya dan belum mampu menyelamatkan diri ketika berada dalam kondisi darurat.
Di sejumlah wilayah OKI, genangan air kerap terjadi akibat curah hujan tinggi dan sistem drainase yang belum optimal.
Halaman rumah yang tergenang sering dianggap aman karena berada dalam pengawasan keluarga, padahal risiko kecelakaan tetap mengintai.







