Ringkasan Berita:
Korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Kepahiang–Rejang Lebong, Pitian Lorensi, warga Desa Cinta Mandi, dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan medis di RSUD Rejang Lebong. Kecelakaan melibatkan mobil Carry Futura dan sepeda motor Honda Genio.
KEPAHIANG, LINTANGPOS.com – Suasana duka menyelimuti keluarga Pitian Lorensi, warga Desa Cinta Mandi, Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang.
Pria yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Kepahiang–Rejang Lebong itu akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rejang Lebong.
Informasi tersebut dibenarkan oleh jajaran Polres Kepahiang. Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda, S.H., S.I.K., M.H melalui Kasat Lantas Polres Kepahiang Iptu Alex Candra Winata, S.Sos., M.H yang disampaikan oleh Kanit Gakkum Satlantas Polres Kepahiang, Aipda Yos Sudarso, S.H., menyatakan bahwa korban meninggal dunia pada Selasa sore.
“Ya, barusan sekitar pukul 18.30 WIB, korban atas nama Pitian Lorensi dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit,” ungkap Aipda Yos Sudarso kepada wartawan.
Korban diketahui sempat menjalani perawatan intensif kurang dari enam jam setelah dievakuasi dari lokasi kejadian. Meski sempat mendapat penanganan medis, nyawa korban tidak dapat diselamatkan akibat luka-luka yang dideritanya.
Luka Luar Terlihat, Luka Dalam Masih Menunggu Hasil Medis
BACA JUGA: Pria 34 Tahun Diserang dari Belakang, Diduga Karena Dendam Lama
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, secara kasat mata korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh. Namun, untuk memastikan kondisi sebenarnya, pihak Satlantas Polres Kepahiang masih menunggu hasil pemeriksaan medis secara menyeluruh dari rumah sakit.
“Korban sempat dilarikan ke rumah sakit Curup untuk mendapatkan perawatan medis. Dalam penglihatan dari luar hanya mengalami luka di tubuh, namun sampai saat ini kami belum mendapatkan hasil pemeriksaan bagian dalam dari rumah sakit,” lanjut Yos.
Kondisi ini memperlihatkan betapa fatalnya dampak kecelakaan lalu lintas, meskipun luka luar tidak selalu mencerminkan tingkat keparahan cedera yang dialami korban.
Pengemudi Mobil Juga Dirawat di Rumah Sakit Berbeda
Selain korban meninggal dunia, pengemudi mobil Carry Futura bernomor polisi BD 9839 LG, Wahyu Nugraha, juga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan pascakecelakaan. Sebelumnya, Wahyu sempat dibawa pulang oleh pihak keluarga dan hanya mendapatkan perawatan dari seorang bidan.
Namun, kondisi pengemudi mobil tersebut akhirnya memerlukan penanganan medis lanjutan. Saat ini, Wahyu diketahui tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit As-Salam yang berada di wilayah Kabupaten Rejang Lebong.
BACA JUGA: Kecelakaan Tengah Malam di Banyuasin Bongkar 24 Kg Sabu Asal Aceh, Satu Kurir Tewas di Lokasi
“Lawannya yang tadinya pulang ke rumah dan hanya diobati melalui bidan, saat ini juga dirawat di rumah sakit yang berbeda di Kabupaten Rejang Lebong,” jelas Kanit Gakkum.
Kecelakaan di Jalur Padat Lintas Kabupaten
Peristiwa kecelakaan tragis ini terjadi di Jalan Lintas Kepahiang–Rejang Lebong, tepatnya di Desa Pungguk Meranti, Kecamatan Ujan Mas. Lokasi tersebut dikenal sebagai jalur utama yang menghubungkan dua kabupaten dan kerap dilalui kendaraan dengan kecepatan cukup tinggi.
Kecelakaan melibatkan satu unit mobil Carry Futura BD 9839 LG yang dikemudikan oleh Wahyu Nugraha dan satu unit sepeda motor Honda Genio BD 4446 CW yang dikendarai oleh Pitian Lorensi.
Benturan keras antara mobil dan sepeda motor tak terelakkan ketika kendaraan roda empat tersebut keluar jalur dan menghantam motor korban dari arah berlawanan.
Power Steering Rusak, Mobil Sulit Dikendalikan
Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan pengemudi, kecelakaan terjadi akibat gangguan teknis pada kendaraan. Wahyu Nugraho menjelaskan bahwa mobil yang ia kemudikan mendadak mengalami kerusakan pada bagian power steering.
Peristiwa bermula setelah Wahyu mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pekalongan. Saat hendak kembali ke rumahnya, mobil tiba-tiba sulit dikendalikan.
“Kendaraan mendadak mengalami gangguan pada power steering hingga sulit dikendalikan dan akhirnya keluar jalur,” terang Yos menirukan keterangan pengemudi.
Kondisi tersebut menyebabkan mobil melenceng dari jalur semula dan menabrak sepeda motor yang dikendarai korban.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Saat ini, kasus kecelakaan maut tersebut telah ditangani oleh Satlantas Polres Kepahiang. Petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kronologi kejadian secara lengkap, termasuk memeriksa kondisi kendaraan dan meminta keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian.
BACA JUGA: Tragis di Jalan Raya! 14 Nyawa Melayang, Motor Jadi Biang Kecelakaan di Empat Lawang Sepanjang 2025
Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan juga telah diamankan di Mapolres Kepahiang sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum bepergian, terutama pada jalur lintas antar kabupaten yang padat dan rawan kecelakaan. (*/red)





