Ia berharap masyarakat tidak ragu untuk mendokumentasikan menu MBG, selama tidak disertai informasi yang menyesatkan atau manipulatif.
BACA JUGA: BGN Kunci SOP: Mobil Mitra SPPG Tak Boleh Masuk Pekarangan Sekolah!
Isu ini sekaligus menjadi pengingat penting tentang literasi digital. Informasi yang belum terverifikasi dapat dengan cepat berubah menjadi kesimpulan kolektif.
Karena itu, klarifikasi resmi seperti yang disampaikan BGN menjadi krusial agar publik tidak terjebak dalam asumsi.
Di tengah komitmen pemerintah meningkatkan kualitas gizi anak melalui MBG, transparansi dan kolaborasi publik menjadi kunci.
Bagi BGN, unggahan menu di media sosial bukan pelanggaran, melainkan bagian dari kontrol sosial yang sehat.
Pada akhirnya, yang paling utama adalah memastikan setiap porsi makanan yang diterima siswa benar-benar memenuhi standar gizi dan kualitas yang dijanjikan.
Dan dalam upaya itu, partisipasi masyarakat justru dipandang sebagai kekuatan, bukan ancaman. (*/red)






