Sementara durian lokal Pagar Alam dan sekitarnya, menurut para pedagang, belum memasuki masa panen.
BACA JUGA: Kepergok Curi Durian, Nyawa Remaja di Muba Melayang
“Sekarang memang lagi ramai. Harga durian masih cukup tinggi, mulai dari Rp25 ribu sampai Rp50 ribu per buah untuk ukuran besar atau jumbo,” ujar salah seorang pedagang.
Meski tersedia juga durian ukuran kecil dengan harga lebih terjangkau, mayoritas pembeli tetap memilih buah berukuran besar meskipun harus merogoh kocek hingga Rp50 ribu.
Ramainya aktivitas perdagangan durian turut mengundang perhatian Pemerintah Kota Pagar Alam.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan pengawasan rutin terhadap pedagang musiman yang memanfaatkan badan jalan sebagai tempat berjualan.
“Kami awasi setiap hari para pedagang. Kami minta mereka tidak menggelar lapak di badan jalan agar tidak mengganggu aktivitas lalu lintas,” tegas Kepala Satpol PP Pagar Alam.
Selain ketertiban lalu lintas, persoalan kebersihan juga menjadi sorotan.
BACA JUGA: Motif Durian hingga Madu Lebah, Batik Tebing Tinggi Siap Jadi Ikon Baru Empat Lawang!
Satpol PP mengimbau agar para pedagang tidak membuang kulit durian sembarangan dan memastikan limbah dagangan dibuang ke tempat sampah.
Fenomena “banjir durian” ini tidak hanya menjadi daya tarik tersendiri bagi warga setempat, tetapi juga memperpanjang denyut ekonomi pascalibur Nataru.
Bagi Pagar Alam, musim durian seakan menjadi bonus suasana ramai yang membuat kota tetap hidup setelah gelombang wisatawan mereda. (*/red)






