Vector W8 Klaim 242 Mph, Tapi Uji Independen Berbeda

oleh -56 Dilihat
oleh
Vector W8. (*/Istimewa)

Setelah teknisi perusahaan melakukan perbaikan semalaman, masalah tersebut kembali muncul. Bahkan, mobil kembali mengalami panas berlebih ketika menuju lokasi pengujian pada malam berikutnya dalam kondisi cuaca yang relatif sejuk.

BACA JUGA: Warga Kejar Mobil Perusahaan, Terduga Pelaku Pencurian Dilempar Keluar Kendaraan

Mobil akhirnya berhasil menjalani beberapa pengujian akselerasi. Catatan 0-60 mph dan seperempat mil berhasil diselesaikan, tetapi masalah kembali muncul pada transmisi.

Gigi ketiga mulai bermasalah dan fungsi mundur juga menghilang. Pengujian pun harus dihentikan.

Kondisi tersebut membuat klaim kecepatan maksimum 242 mph sulit diverifikasi secara independen. Hingga kini, angka kecepatan tertinggi Vector W8 yang tercatat secara independen disebut berada di angka 218 mph atau sekitar 351 km/jam.

Kasus Vector W8 juga bukan satu-satunya contoh klaim performa supercar yang sulit direplikasi dalam kondisi standar.

BACA JUGA: Mobil Mahasiswa Dirampas Debt Collector di Palembang, Polisi Bergerak Cepat, BB Disita Tersangka Segera Ditetapkan!

Jaguar XJ220, misalnya, mengambil nama dari klaim kecepatan 220 mph. Namun, angka 217 mph dicapai setelah catalytic converter dilepas dan pembatas putaran mesin dinaikkan.

McLaren F1 juga pernah mencapai sekitar 240 mph. Akan tetapi, pencapaian tersebut dilakukan menggunakan prototipe dengan pembatas putaran mesin dinaikkan dari 7.500 rpm menjadi 8.300 rpm.

Berbeda dengan itu, Bugatti EB110 GT dan EB110 SS mencatat hasil yang dapat diverifikasi secara independen. EB110 GT mencapai 212 mph, sedangkan EB110 SS mencapai 220,6 mph.

Kisah Vector W8 akhirnya menjadi pengingat bahwa angka di lembar spesifikasi belum tentu menggambarkan kemampuan yang dapat direplikasi di dunia nyata.

BACA JUGA: Skandal Panas Berujung Teror! Mobil PNS Dibakar di Pinggir Jalan, Polisi Curiga Motif Asmara Terlarang

Ambisi Wiegert untuk menciptakan supercar Amerika yang menantang dominasi Eropa memang menghasilkan mobil yang unik dan berani. Namun, persoalan transmisi serta pendinginan membuat klaim performanya tidak sepenuhnya terbukti.

Seandainya teknologi transmisi dan sistem pendinginan modern tersedia ketika W8 dikembangkan, kemampuan mesin V8 6,0 liter tersebut mungkin saja menghasilkan performa yang jauh lebih konsisten. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.