JAKARTA, LINTANGPOS.com — Dunia supercar tidak pernah lepas dari klaim performa yang spektakuler. Salah satunya Vector W8, mobil eksotis asal Amerika Serikat yang pada masanya disebut mampu mencapai kecepatan maksimum 242 mph atau sekitar 389 km/jam.
Klaim tersebut terdengar luar biasa untuk mobil produksi pada era 1980-an hingga awal 1990-an. Namun, pengujian independen justru menghadirkan cerita berbeda tentang kemampuan Vector W8.
Vector W8 dikembangkan Gerald Wiegert sejak proyeknya dimulai pada 1979. Wiegert ingin menciptakan supercar Amerika yang mampu menandingi produk-produk terbaik dari pabrikan Eropa.
Secara spesifikasi, W8 memang terlihat menjanjikan. Mobil ini menggunakan mesin V8 6,0 liter twin-turbo yang diklaim menghasilkan tenaga 625 hp dan torsi 630 lb-ft.
BACA JUGA: Mitsubishi L300 2026 Hadir Lebih Modern, Tetap Tangguh Jadi Andalan Bisnis Transportasi
Tenaga tersebut disalurkan ke roda belakang melalui transmisi otomatis tiga percepatan. Vector juga menggunakan konstruksi yang mengadopsi teknik kedirgantaraan, dengan material aluminium, serat karbon dan Kevlar.
Produksi Vector W8 akhirnya dimulai pada 1989, setelah perjalanan pengembangan selama satu dekade. Namun, jumlah produksinya sangat terbatas, hanya 17 unit.
Harga mobil tersebut ketika diluncurkan juga melonjak jauh dari rencana awal. Dari semula diproyeksikan sekitar US$225.000, harganya mencapai US$420.000 saat resmi dipasarkan.
Persoalan terbesar muncul ketika klaim performa W8 diuji secara independen. Vector menyatakan mobil tersebut mampu mencapai 242 mph berdasarkan pengujian perusahaan di permukaan garam.
BACA JUGA: Ustadz Das’ad Latif Bakal Datangi OKU Timur, Catat Tanggalnya!
Pada 1991, Gerald Wiegert memberikan dua unit kepada majalah Car and Driver untuk menjalani pengujian di California.
Namun, pengujian itu tidak berjalan mulus. Mobil pertama mengalami kerusakan transmisi hingga tenaga tidak dapat disalurkan ke roda belakang.
Pengujian kemudian beralih ke mobil kedua. Kali ini, mesin mengalami panas berlebih ketika digunakan dalam sesi akselerasi.







