“Sebetulnya masing-masing punya variasi. Misalnya TPG masih ada yang belum salur karena rekeningnya tidak valid,” ujar Nunuk, menyiratkan tantangan teknis yang masih terjadi di lapangan.
BACA JUGA: Akhirnya Cair! TPG Triwulan 4 Mulai Mengalir ke Puluhan Daerah: Siapa Paling Cepat Terima?
Namun capaian TPG bisa dibilang paling mulus. Pada semester pertama, tunjangan ini telah diterima oleh 1.472.687 guru atau 99,73 persen, dan semester kedua oleh 1.404.059 guru.
Total dana yang sudah turun mencapai Rp62,961 triliun—angka yang mencerminkan komitmen besar negara bagi tenaga pendidik.
Situasi sedikit berbeda untuk TKG dan DTP. Penyalurannya masih dipengaruhi kecepatan usulan dari pemerintah daerah, membuat persentasenya tertinggal.
TKG baru mencapai 61,97 persen dan DTP 37,20 persen. Meski begitu, dana yang sudah disalurkan tak kecil: Rp1,490 triliun untuk TKG dan Rp274 miliar untuk DTP.
“Secara total sudah Rp64 triliun yang tersalur. Sisanya biasanya memang cair di November–Desember, dan kami optimistis selesai dalam bulan ini,” kata Nunuk.
Pemerintah telah menyiapkan pagu Rp70,064 triliun untuk memastikan seluruh tunjangan tersalurkan pada tahun anggaran 2025.
BACA JUGA: Tunjangan Guru 100% Belum Cair? Ini Fakta di Balik Lambatnya Tambahan TPG 2025!
Tak berhenti pada tunjangan, Kemendikdasmen juga memantau program lain yang menyentuh kesejahteraan guru: Rumah Subsidi Guru. Program yang ditargetkan menghadirkan 20.000 unit rumah ini merupakan arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat dukungan bagi pendidik.
Pelaksanaannya dilakukan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Dengan penyaluran tunjangan yang hampir tuntas dan agenda dukungan kesejahteraan lain yang terus berjalan, pemerintah berharap ekosistem pendidikan Indonesia makin kuat—dan para guru dapat mengajar dengan tenang, tanpa terbebani persoalan administratif maupun finansial. (*/red)







