Pembangunan koperasi dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, menyesuaikan kesiapan lahan serta tahapan teknis lainnya.
Untuk memastikan program ini berjalan sesuai target, Pemkot Prabumulih juga telah menyiapkan langkah antisipatif.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 35 titik lahan baru telah disiapkan untuk pembangunan gedung Koperasi Merah Putih tahap berikutnya.
Lahan-lahan tersebut tersebar di berbagai desa dan kelurahan, sehingga pemerataan pembangunan dapat segera terwujud.
“Lahan sudah tersedia 35 titik. Untuk pendanaan pembangunan gedung, sepenuhnya bersumber dari anggaran pemerintah pusat,” jelas Arlan.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk mempercepat penyelesaian pembangunan agar gedung-gedung koperasi tersebut dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Salah satu lokasi yang kini tengah dalam tahap pembangunan fisik adalah Desa Kemang Tanduk.
BACA JUGA: Staf Koperasi di Banyuasin Diduga Gelapkan Rp 1,6 Miliar Demi Trading Kripto, Berakhir di Penjara!
Kepala Desa Kemang Tanduk, Adi Darminto, menyampaikan bahwa lahan yang digunakan untuk pembangunan gedung Koperasi Merah Putih merupakan tanah hibah dari warga.
“Tanah ini hibah dari masyarakat, lalu kami serahkan untuk pembangunan gedung Koperasi Merah Putih. Saat ini proses pembangunan masih berjalan,” ujar Adi.
Ia menjelaskan, pemerintah desa tidak terlibat dalam pengelolaan anggaran pembangunan gedung tersebut.
Seluruh pembiayaan berasal dari pemerintah pusat, sementara pelaksanaan teknis pembangunan ditangani oleh PT Agrinas.
“Peran desa hanya sebatas penyediaan lahan sesuai ketentuan teknis, minimal berukuran 20 x 30 meter,” tambahnya.
Keberadaan Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa berbasis gotong royong.
BACA JUGA: Buron 8 Bulan, Eks Kepala Koperasi di Banyuasin Ditangkap di Bali Usai Gelapkan Rp209 Juta
Koperasi ini dirancang untuk memangkas mata rantai distribusi yang panjang, sehingga harga kebutuhan pokok dapat lebih stabil dan terjangkau.





