Gapura Ikon Prabumulih Roboh, Janji Perusahaan Jadi Sorotan

oleh -1023 Dilihat
oleh
Kesepakatan pembangunan ulang Gapura Prabumulih antara Pemkot dan PT Mitra Tambang Raya disorot karena realisasi dinilai berlarut hingga lebih setahun. Foto: istimewa

Ringkasan Berita:

PT Mitra Tambang Raya berkomitmen membangun kembali Gapura Selamat Datang Kota Prabumulih yang roboh akibat tertabrak dump truk miliknya. Meski kesepakatan diteken Desember 2024, realisasi pembangunan dinilai molor hingga menuai sorotan DPRD.


PRABUMULIH, LINTANGPOS.com – Ikon sebuah kota bukan sekadar bangunan fisik.

Ia menyimpan identitas, kebanggaan, sekaligus kesan pertama bagi siapa pun yang melintas.

Hal inilah yang dirasakan masyarakat Kota Prabumulih ketika Gapura Selamat Datang Kota Prabumulih roboh usai tertabrak dump truk milik PT Mitra Tambang Raya (MTR) pada Minggu dini hari, 1 September 2024.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.45 WIB itu mengakibatkan kerusakan total pada gapura yang selama ini menjadi simbol penyambut warga dan tamu kota.

Dump truk bermuatan kontainer kosong milik perusahaan tersebut menabrak konstruksi gapura hingga ambruk, menyisakan puing dan kekecewaan publik.

Kesepakatan Resmi di Balai Kota

BACA JUGA: Rincian Pejabat dan Kepala Sekolah di Prabumulih yang Dilantik Cak Arlan 

Pasca kejadian, Pemerintah Kota Prabumulih dan PT Mitra Tambang Raya memilih jalur musyawarah sebagai langkah penyelesaian.

Hasilnya, pada Senin, 2 Desember 2024, kedua belah pihak secara resmi menandatangani Surat Kesepakatan Bersama di Kantor Wali Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Mitra Tambang Raya, Antony, sebagai Pihak Pertama, dan Pj Wali Kota Prabumulih, H. Elman, S.T., M.M., selaku Pihak Kedua.

Kesepakatan tersebut menegaskan tanggung jawab penuh perusahaan atas kerusakan fasilitas publik yang ditimbulkan.

Dalam dokumen itu, PT MTR menyatakan komitmennya untuk membangun kembali gapura sesuai bentuk, ukuran, dan konstruksi aslinya sebelum insiden terjadi.

Tidak hanya itu, seluruh proses pembangunan akan dilakukan secara mandiri oleh perusahaan, tanpa menggunakan anggaran Pemerintah Kota Prabumulih.

BACA JUGA: 11 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, Prabumulih Siapkan 35 Lokasi Baru

Peran Pemerintah Kota

Meski biaya sepenuhnya ditanggung perusahaan, Pemkot Prabumulih tetap berperan dalam aspek teknis dan pengawasan.

No More Posts Available.

No more pages to load.