2026 Guru Honorer Tersenyum: Insentif Naik Jadi Rp400 Ribu, Negara Siapkan Rp3,12 Triliun!

oleh -1918 Dilihat
Insentif guru honorer naik Rp100 ribu per bulan mulai 2026. Total anggaran mencapai Rp3,12 triliun per tahun. DPR juga soroti kesejahteraan tenaga administrasi sekolah. (*/Ils)

“Kalau dilihat per orang memang tidak besar, tapi kalau dikalikan jutaan guru, angkanya sangat signifikan,” kata Saleh.

Bagi banyak guru honorer yang selama ini menggantungkan hidup dari honor minim, tambahan tersebut menjadi angin segar untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Namun, Saleh menegaskan bahwa besaran insentif tersebut masih jauh dari ideal dan perlu terus ditingkatkan.

Tenaga Administratif Sekolah Ikut Disorot

Tak hanya guru, Saleh juga mengangkat isu penting lain yang kerap luput dari perhatian: kesejahteraan tenaga administratif sekolah.

BACA JUGA: Terungkap! Ini Alasan Gaji PPPK Paruh Waktu Musi Rawas Hanya Rp100 Ribu–Rp500 Ribu, Sekda Bongkar Kondisi Keuangan Daerah

Menurutnya, mereka bekerja penuh waktu dan memegang peran vital dalam kelancaran operasional pendidikan.

Tanpa tenaga administratif, proses belajar-mengajar bisa terganggu.

Mereka menangani absensi, persiapan kelas, pengelolaan sarana belajar, hingga pengurusan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), termasuk laporan pertanggungjawabannya.

Ironisnya, meski beban kerja tinggi, mereka tidak pernah menikmati tunjangan sertifikasi seperti guru.

“Keberpihakan harus dibuktikan dengan tindakan nyata. Kalau bisa, dalam waktu dekat Kemendikdasmen memberikan tambahan insentif bagi tenaga administratif,” tegas Saleh.

Ia mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk segera menyusun kebijakan konkret, baik melalui tambahan honor, insentif khusus, maupun perluasan pemanfaatan dana BOS.

BACA JUGA: Resmi! Gaji PPPK Paruh Waktu Rp1,5 Juta Ditentukan Menpan RB, Statusnya ASN

Langkah Awal Menuju Kesejahteraan Pendidikan

Saleh menutup dengan penekanan bahwa kenaikan insentif guru honorer merupakan langkah awal yang penting, namun perjuangan belum selesai.

Pemerintah, kata dia, harus bekerja lebih keras agar kesejahteraan seluruh tenaga pendidikan — baik guru maupun tenaga pendukung — dapat meningkat secara berkelanjutan.  (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.