Alat ini berfungsi mempercepat proses perbaikan jalur bila terjadi kerusakan akibat longsor atau amblesan tanah.
Selain itu, pemasangan dinding penahan tanah (DPT) berupa konstruksi bronjong juga dilakukan untuk mencegah pergerakan tanah di daerah rawan bencana.
Peralatan teknis cadangan seperti dongkrak, alat potong rel, pelat sambung, penambat rel, hingga Hand Tie Tamper (HTT) juga ditempatkan di titik strategis.
HTT berfungsi menata dan memadatkan ballast agar posisi rel tetap stabil dan aman.
Kesiapsiagaan Penuh di Musim Hujan
BACA JUGA: Batik Air Resmi Buka Rute Baru Palembang-Kuala Lumpur
Sebagai bagian dari kesiapan darurat, PT KAI Divre III Palembang juga menyiapkan perlengkapan tambahan berupa tenda pleton, chainsaw, serta H-beam untuk memperbaiki jembatan sementara jika terjadi gangguan mendadak.
“Semua langkah ini merupakan wujud komitmen KAI untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan. Seluruh unit operasional kami terus bersiaga penuh selama musim penghujan,” tegas Aida.
Dengan berbagai langkah mitigasi dan kesiapan peralatan darurat, PT KAI Divre III Palembang memastikan perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Selatan tetap aman dan lancar meskipun di tengah tantangan cuaca ekstrem. (*/red)





