Adapun hasil rembuk nasional merumuskan empat poin penting:
- Pembentukan Dewan Kerajaan Nusantara sebagai mitra resmi pemerintah dalam pelestarian adat dan budaya.
- Perlindungan Tanah Adat dan Tanah Ayat, agar tidak tergerus kebijakan pertanahan modern dan bisa dimanfaatkan untuk ketahanan pangan serta energi nasional.
- Pengelolaan Aset Kerajaan melalui badan khusus, dengan tujuan menjadikannya sumber ekonomi produktif.
- Revitalisasi Kebudayaan Fisik dan Non-Fisik, mencakup bangunan bersejarah, artefak, upacara adat, hingga kearifan lokal.
Sragen Jadi Pusat Perhatian Nasional
Pemilihan Sragen sebagai tuan rumah dinilai tepat. Letaknya strategis di Jawa Tengah, menghubungkan Solo, Yogyakarta, dan Jawa Timur, sekaligus memiliki nilai historis.
Kehadiran puluhan raja dan sultan pun memberi dampak langsung bagi pariwisata serta perekonomian lokal.
BACA JUGA: Warga Sungai Lilin Geger Penemuan Kerangka Manusia di Pondok Tua
Selama dua hari, masyarakat Sragen bisa menyaksikan prosesi adat, pelantikan, hingga diskusi budaya yang jarang terjadi.
Tak hanya sebagai tontonan, pertemuan ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga keberagaman Nusantara.
Rekomendasi untuk Pemerintah Pusat
Rembuk Nasional 2025 menghasilkan rekomendasi konkret yang akan disampaikan ke pemerintah pusat.
MAKN berharap kerajaan di Indonesia bisa menjadi penyangga budaya bangsa sekaligus mitra strategis pembangunan nasional.
“Kerajaan-kerajaan Nusantara bukan tinggal nama. Dengan kerja sama pemerintah dan MAKN, warisan budaya akan terus hidup dan bermanfaat bagi Indonesia,” pungkas Eddy Wirabumi. (*/red)






