3. Background App Refresh yang Tak Pernah Dimatikan
Fitur Background App Refresh memungkinkan aplikasi memperbarui data meski tidak sedang dibuka.
Masalahnya, aplikasi besar seperti Facebook, TikTok, dan Maps bisa menyedot CPU tanpa henti.
BACA JUGA: IDF Larang Android untuk Perwira Senior! Israel Wajibkan iPhone demi Cegah Bocornya Rahasia Militer
Athwal menyarankan fitur ini dimatikan untuk aplikasi yang tidak membutuhkan pembaruan konstan.
Hasilnya? Ponsel lebih dingin, baterai lebih hemat, performa lebih stabil.
4. Salah Kaprah Force Close Aplikasi
Banyak pengguna merasa wajib menutup semua aplikasi dengan cara swipe-up agar ponsel lebih ringan.
Padahal menurut Michael Routhier dari Tech 4 Grown-Ups, ini justru memperberat kerja iPhone.
iOS sudah dirancang mengelola aplikasi di latar secara efisien.
Ketika aplikasi dipaksa tutup, sistem harus memuat ulang dari nol, yang mengonsumsi lebih banyak baterai dan waktu.
Jadi, biarkan aplikasi tetap dalam mode suspended kecuali benar-benar bermasalah.
5. Lampiran Besar yang Menumpuk di iMessage
Foto, video, GIF, hingga voice note dari iMessage menumpuk lebih cepat dari yang kita kira.
Steven Athwal menambahkan bahwa pengguna lama—terutama yang masih memakai iPhone dengan storage terbatas—sering tak sadar bahwa file ini menyedot ruang gigabyte demi gigabyte.
Fitur Review Large Attachments di pengaturan iPhone bisa membantu menemukan dan menghapus file raksasa hanya dalam beberapa detik.
BACA JUGA: Samsung Siapkan Galaxy Z Flip 8 Super Tipis: Senjata Rahasia Hadapi iPhone Fold 2026?
Kesimpulannya, sebagian besar masalah performa iPhone ternyata bukan karena umur perangkat, melainkan kebiasaan penggunanya.
Dengan sedikit perubahan—menutup fitur yang tak perlu, memantau penyimpanan, mematikan Background App Refresh, dan membersihkan lampiran besar—iPhone bisa kembali bekerja dengan cepat dan efisien.
Sedikit perhatian, hasilnya luar biasa. (*/red)





