Ia menambahkan, mekanisme tersebut dirancang secara terbuka, objektif, dan terukur agar PKB Sumsel dipimpin sosok berintegritas serta sejalan dengan agenda strategis nasional partai.
Menariknya, Muswil PKB Sumsel menjadi Muswil ketiga yang digelar secara nasional.
Zainul menilai kualitas pelaksanaan Muswil di Sumsel cukup baik dan mencerminkan budaya musyawarah mufakat yang menjadi ciri khas PKB.
Voting, menurutnya, hanyalah opsi terakhir jika mufakat tak tercapai.
Apresiasi Gubernur dan Harapan untuk Publik
BACA JUGA: Politisi PKB: Jangankan 1 Bulan, 3 Bulan Gaji Saja Saya Siap untuk Rohingya
Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru yang hadir membuka Muswil turut memberikan apresiasi atas kontribusi PKB dalam mendukung pemerintahan daerah.
Ia menilai peran kader PKB di legislatif signifikan dalam mengawal kebijakan pro-rakyat.
“Sinergi pemerintah daerah dan partai politik sangat penting. PKB telah memberi dukungan nyata terhadap pembangunan Sumatera Selatan,” ujar Herman Deru.
Ia berharap Muswil PKB 2025 tidak hanya menghasilkan keputusan strategis bagi internal partai, tetapi juga berdampak luas bagi masyarakat.
Menurutnya, Muswil merupakan momentum mencetak kader berkualitas sekaligus memperkuat pendidikan politik yang sehat dan dewasa.
Muswil PKB Sumsel 2025 dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya anggota DPR RI Fraksi PKB serta jajaran pengurus DPW dan DPC PKB se-Sumatera Selatan.
BACA JUGA: Sudah Dimulai, Guru Bisa Jadi ASN Lebih Mudah? Inilah Jalur Baru Paling Jelas yang Wajib Diketahui!
Dengan lima nama telah dikirim ke pusat, publik kini menanti siapa yang akan dipercaya menakhodai PKB Sumsel menuju 2026. (*/red)






