Brasil Hadapi Bolivia di Ketinggian 3.657 MDPL, Ancelotti Jelaskan Absennya Rodrygo

oleh -194 Dilihat
oleh
Pelatih kepala Carlo Ancelotti hadir di hadapan media saat konferensi pers tim nasional sepak bola Brasil di kompleks pelatihan Granja Comary skuad pada 3 September 2025. Foto: Buda Mendes/Getty Images

Brasil, LintangPos.com – Tim nasional Brasil akan menghadapi tantangan berat saat melawan Bolivia pada laga kualifikasi yang digelar di ketinggian 3.657 meter di atas permukaan laut, Selasa (9/9/2025).

Pelatih Carlo Ancelotti menegaskan bahwa laga ini tidak hanya soal taktik, tetapi juga kesiapan fisik, sekaligus menjawab kritik terkait keputusannya tidak memanggil Rodrygo.

Keputusan Ancelotti mencoret penyerang Real Madrid itu dari skuad Selecao menuai sorotan.

Pelatih asal Italia itu akhirnya buka suara, menjelaskan bahwa absennya Rodrygo kali ini murni keputusan teknis.

“Saya mengenal Rodrygo sangat baik dan yakin dia bisa membantu tim. Kami mengevaluasi sekitar 70 pemain secara fisik, teknis, dan taktis. Tidak ada favorit. Lapanganlah yang akan menentukan siapa yang berangkat ke Piala Dunia,” tegas Ancelotti dalam konferensi pers.

Sebelumnya, dalam daftar skuad pertamanya, Ancelotti beralasan Rodrygo diberi istirahat setelah musim panjang bersama Real Madrid.

Namun kali ini, ia menyebut evaluasi tim menjadi alasan utama.

BACA JUGA: Gubernur Sumsel Dukung PBSI Cetak Atlet Bulu Tangkis Berprestasi

BACA JUGA: Massa Kembali Gelar Aksi Bela Rohingya di Kedubes Myanmar

Meski begitu, Ancelotti menegaskan peluang sang penyerang masih terbuka lebar untuk kembali memperkuat timnas pada laga persahabatan Brasil di Oktober dan Maret, menjelang Piala Dunia 2026.

Ancelotti menegaskan bahwa laga melawan Bolivia akan menjadi ujian fisik berat bagi skuad Brasil.

Kondisi ketinggian La Paz disebut bisa memengaruhi strategi dan performa tim.

“Ide saya adalah membuat beberapa perubahan. Kami sedang mengevaluasi kelelahan pemain. Ada faktor di sini yang harus kami pertimbangkan, dan itu akan memengaruhi strategi,” ujar Ancelotti.

Meski mengaku minim pengalaman melatih di ketinggian ekstrem, Ancelotti mengaku sudah banyak belajar dari para pemain yang terbiasa bermain di La Paz.

Menurutnya, pengalaman Brasil di markas Bolivia menjadi modal berharga untuk tetap tampil kompetitif.

Bagi Ancelotti pribadi, laga ini juga membawa nilai istimewa.

Ia menyebut pertandingan melawan Bolivia bukan hanya sekadar ujian kualifikasi, melainkan juga kesempatan unik dalam kariernya.

“Saya belum pernah ke Bolivia, belum pernah ke La Paz. Bagi saya, ini pengalaman penting. Saya bersemangat dan ingin tim bermain bagus serta menang. Itu selalu menjadi tujuan,” katanya.

Setelah melawan Bolivia, Brasil sudah dijadwalkan untuk menghadapi Jepang dan Korea Selatan dalam laga persahabatan pada Oktober mendatang.

Pertandingan ini sekaligus menjadi pemanasan menuju Piala Dunia 2026. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.