18,5 Ton Kopi Liberika Lahat Tembus Pasar Malaysia: Bukti “Emas Hitam” Sumsel Mulai Mendunia!

oleh -244 Dilihat
18,5 ton kopi liberika dari Lahat, Sumsel, diekspor ke Malaysia usai lolos uji karantina. Ekspor ini jadi bukti kopi lokal siap bersaing di pasar global. (*/IST)

Ringkasan Berita:

° Sebanyak 18,5 ton kopi liberika asal Lahat, Sumatera Selatan, resmi diekspor ke Malaysia.

° Ekspor ini menandai langkah besar kopi lokal menuju pasar global, setelah melalui pemeriksaan ketat dan sertifikasi karantina sebagai jaminan mutu serta keamanan produk.


LAHAT, LINTANGPOS.com — Sebanyak 18,5 ton kopi liberika asal Kabupaten Lahat resmi diekspor ke Malaysia, menandai langkah penting bagi komoditas kopi unggulan Sumatera Selatan menembus pasar internasional.

Ekspor ini mencakup hasil panen dari empat sentra kopi unggulan, yaitu Jarai, Kikim, dan Tanjung Sirih di Kabupaten Lahat, serta Semendo di Kabupaten Muara Enim.

Pelepasan ekspor dilakukan langsung oleh Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, bersama Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan, yang ditandai dengan penyerahan Phytosanitary Certificate (PC) sebagai bukti bahwa seluruh komoditas telah memenuhi standar kesehatan tumbuhan negara tujuan.

Sebelum diberangkatkan, biji kopi liberika ini melewati serangkaian pemeriksaan fisik dan uji laboratorium untuk memastikan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) serta sesuai dengan persyaratan ekspor yang ditetapkan Malaysia.

Kepala Karantina Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandari, menegaskan bahwa sertifikasi ekspor menjadi bukti nyata peran karantina dalam menjaga keamanan hayati dan mendukung perdagangan internasional yang berkelanjutan.

“Karantina memastikan setiap komoditas ekspor bebas dari OPTK dan sesuai persyaratan negara tujuan. Sertifikat ini menjadi jaminan bahwa produk aman, sehat, dan layak diterima di pasar global,” ujarnya.

BACA JUGA: PGN Ubah Limbah Sawit Jadi Gas Ramah Lingkungan! Proyek Biomethane di Sumsel Siap Dukung Energi Bersih Nasional

Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen memberikan layanan cepat, tepat, dan akurat kepada pelaku usaha ekspor. Pendampingan juga dilakukan agar proses pengiriman berjalan efisien dan sesuai prosedur.

“Sinergi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan Karantina adalah kunci keberhasilan ekspor berdaya saing,” kata Sri Endah.

Sementara itu, Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, menyambut baik pencapaian ini. Ia berharap ekspor kopi liberika dapat berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani lokal.

“Saya berharap ekspor ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan ekspor kali ini, artinya Lahat sudah mulai dikenal di pasar global,” tuturnya.

Dengan keberhasilan ekspor perdana ini, kopi liberika asal Lahat tak hanya membawa aroma harum ke Malaysia, tetapi juga membuka peluang baru bagi Sumatera Selatan untuk memperluas pasar kopi khas daerahnya di kancah internasional. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.