Wajib Tahu! Ini Daftar Sekolah Kedinasan yang Masih Membolehkan Mata Minus untuk Pendaftaran 2026

oleh -73 Dilihat
Panduan lengkap batas minus sekolah kedinasan 2026, dari yang paling longgar hingga paling ketat, untuk membantu peserta menyiapkan diri sejak awal. (*/ILS)

Ringkasan Berita:

° Sebelum daftar sekolah kedinasan 2026, calon peserta perlu memahami aturan kesehatan, terutama batas mata minus.

° Setiap sekolah punya standar berbeda—mulai dari yang longgar seperti PKN STAN hingga sangat ketat seperti STIN dan Poltek SSN. 


JAKARTA, LINTANGPOS.com – Para siswa kelas akhir SMA/SMK mulai mempersiapkan diri menghadapi pendaftaran sekolah kedinasan tahun 2026.

Salah satu aspek penting dalam seleksi kedinasan adalah syarat kesehatan, terutama kondisi mata minus yang kerap menjadi penentu kelolosan peserta.

Setiap sekolah kedinasan memiliki aturan berbeda mengenai batas dioptri, toleransi silinder, hingga ketentuan buta warna.

Karena itu, peserta perlu memahami lebih awal apakah kondisi penglihatan mereka sesuai dengan persyaratan dari tiap instansi.

Mengapa Kondisi Mata Jadi Sorotan?

Standar kesehatan ditetapkan berdasarkan karakteristik tugas masing-masing lembaga.

BACA JUGA: Akhirnya Terungkap! Ini Daftar Sekolah Kedinasan 2026 yang Tidak Wajib Tinggi Badan—Peluang Makin Terbuka!

Sebagian institusi menuntut ketelitian visual tinggi, sementara lainnya memberikan toleransi lebih luas.

Perbedaan inilah yang membuat calon peserta perlu mencermati syarat kesehatan sebelum mendaftar.

Pemeriksaan mata umumnya dilakukan setelah peserta lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di bawah koordinasi BKN.

Tahap ini menjadi bagian integral seleksi fisik bersama pengecekan pendengaran, gigi, postur, dan kondisi umum lainnya.

Sekolah Kedinasan dengan Aturan Mata Minus yang Lebih Longgar

Hasil penelusuran di laman resmi masing-masing sekolah menunjukkan adanya perbedaan batas dioptri yang cukup signifikan.

BACA JUGA: Polres Musi Rawas Gelar Operasi Gaktiblin di Sembilan Polsek Jajaran

Berikut daftarnya:

1. PKN STAN

Menjadi salah satu yang paling longgar. Tidak membatasi minus, plus, silinder, maupun buta warna pada tahap administrasi. Ketentuan detail biasanya ditetapkan pada pemeriksaan lanjutan.

2. Politeknik Statistika STIS (BPS)

Mengizinkan mata minus atau plus hingga 6 dioptri. Namun tidak mentoleransi kondisi buta warna. Standar ini termasuk yang paling tinggi bagi peserta dengan penglihatan kurang optimal.

3. STMKG (BMKG)

BACA JUGA: Mulai 2026! 888 Ribu Murid TK Dapat Uang Sekolah Rp450 Ribu dari Pemerintah

Menerapkan batas minus maksimal 4 dioptri dan silinder hingga 2 dioptri. Peserta yang diterima diwajibkan melakukan operasi lasik dengan biaya mandiri sebagai syarat lanjutan.

Sekolah dengan Batas Dioptri Lebih Ketat

4. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)

Membatasi minus atau plus maksimal 1 dioptri. Standarnya ketat dan umumnya hanya dapat dipenuhi peserta dengan penglihatan mendekati normal.

5. Poltek SSN (BSSN)

Mengizinkan minus atau plus hingga 1 dioptri tanpa toleransi silinder maupun buta warna. Persyaratannya mirip STIN dan termasuk dalam kategori seleksi fisik ketat.

BACA JUGA: Mulai 2026! Semua Guru Wajib Ikut Pelatihan Khusus ABK, Sekolah Inklusif Bakal Berubah Total?

Sementara itu, beberapa sekolah lain seperti IPDN, Sipencatar Kemenhub, dan Poltekim Kemenkumham biasanya tidak mencantumkan batas dioptri secara rinci pada pengumuman awal.

Ketentuannya dijelaskan lebih detail pada pedoman pemeriksaan kesehatan atau informasi resmi lanjutan.

Penting untuk Persiapan Pendaftaran 2026

Memahami batas minus sejak awal membantu peserta menilai kesiapan kesehatan mereka.

Informasi ini melengkapi referensi pendaftaran seperti data kuota tahun sebelumnya—misalnya PKN STAN 500 formasi, STIS 400 formasi, dan STMKG 350 formasi.

Dengan mengetahui variasi aturan kesehatan tiap lembaga, peserta dapat melakukan pemeriksaan mata mandiri, menyiapkan opsi perawatan, serta menentukan pilihan sekolah yang sesuai kondisi fisik.

BACA JUGA: Bukan ‘Bahasa Indonesia’ Lagi? Kemendikdasmen Wacanakan Nama Baru Mata Pelajaran di Sekolah!

Informasi ini diharapkan menjadi panduan awal bagi lulusan SMA/SMK yang tengah mempersiapkan diri memasuki seleksi sekolah kedinasan tahun 2026.

Jika dipahami sejak dini, peserta dapat mengurangi risiko gagal pada tahap pemeriksaan kesehatan dan meningkatkan peluang lolos seleksi. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.