Ringkasan Berita:
° Memasuki awal tahun 2026, harga telur dan daging ayam di Kabupaten Empat Lawang masih bertahan tinggi.
° Telur ayam dijual Rp60 ribu per karpet dan daging ayam Rp40 ribu per kilogram.
° Kenaikan sejak akhir 2025 ini membuat pedagang dan pembeli sama-sama mengeluh.
EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Harapan masyarakat akan turunnya harga kebutuhan pokok setelah pergantian tahun belum juga terwujud.
Memasuki tahun baru 2026, harga telur dan daging ayam di Kabupaten Empat Lawang masih terpantau tinggi pada Kamis (1/1/2026), sama seperti harga yang melonjak sejak Desember 2025 lalu.
Di Pasar Pulau Mas, harga telur ayam masih bertahan di angka Rp60 ribu per karpet berisi 30 butir, sementara daging ayam dijual Rp40 ribu per kilogram.
Harga tersebut dinilai jauh lebih mahal dibandingkan kondisi normal hari biasa yang sebelumnya berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram untuk daging ayam.
Kondisi ini tidak hanya membuat pembeli mengeluh, tetapi juga pedagang yang harus berhadapan langsung dengan keluhan konsumen setiap hari.
Meri, pedagang sembako di Pasar Pulau Mas, mengungkapkan bahwa kenaikan harga telur sudah berlangsung sejak Desember tahun lalu.
Menurutnya, lonjakan berasal dari tingkat agen sehingga pedagang tidak memiliki pilihan selain menyesuaikan harga jual.
“Telur harganya Rp60 ribu per karpet isi 30 butir, sudah naik dari agen jadi pedagang hanya mengikuti harga yang ada,” ujar Meri.
Ia mengaku tidak mengetahui pasti penyebab mahalnya harga telur yang belum juga turun hingga awal tahun ini.
Namun, ia memastikan harga pasokan dari agen memang jauh lebih tinggi dibandingkan biasanya.
Hal serupa juga dirasakan Dewi, pedagang daging ayam dan ikan di pasar yang sama.
Ia menyebut harga daging ayam telah bertahan di angka Rp40 ribu per kilogram sejak pertengahan November 2025.
“Normalnya sebelum seperti sekarang daging ayam itu berkisar Rp30 ribu sampai Rp35 ribu bahkan di bawahnya lagi, sekarang Rp40 ribu belum turun-turun,” katanya.
Kondisi ini membuat daya beli masyarakat menurun dan aktivitas jual beli di pasar terasa lebih sepi dari biasanya.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah pengendalian harga agar kebutuhan pokok kembali terjangkau, terutama di awal tahun yang biasanya diikuti berbagai kebutuhan baru bagi keluarga. (*/red)





