Ringkasan Berita:
° Kemendikdasmen mengirimkan perangkat internet satelit ke 8.625 sekolah tanpa akses internet, terutama wilayah 3T.
° Program PHTC ini bertujuan mempercepat pemerataan pendidikan digital dan mendukung transformasi pembelajaran di seluruh Indonesia.
JAKARTA, LINTANGPOS.com – Upaya pemerataan akses pendidikan digital memasuki babak baru.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mengirimkan perangkat internet satelit ke ribuan satuan pendidikan yang selama ini belum menikmati koneksi internet, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Program strategis ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025, yang menargetkan percepatan konektivitas nasional sebagai fondasi transformasi pendidikan Indonesia.
Distribusi perangkat dilakukan setiap hari pukul 08.00–17.00 waktu setempat, dengan penyedia layanan yang akan langsung menghubungi Kepala Satuan Pendidikan melalui nomor terdaftar di Dapodik.
“Pengiriman dilakukan setiap hari… Penyedia layanan akan menghubungi nomor Kepala Satuan Pendidikan yang terdaftar di Dapodik,” tulis akun resmi @ditjen.paud.dikdasmen, Rabu (31/12/2025).
8.625 Sekolah Jadi Penerima Manfaat
BACA JUGA: Pemkab Empat Lawang Gandeng Starlink Atasi Blankspot Internet
Berdasarkan data Kemendikdasmen, total 8.625 satuan pendidikan menjadi penerima bantuan, meliputi:
- 168 PAUD
- 6.868 SD
- 950 SMP
- 166 SMA
- 81 SMK
- 21 PKPLK
- 11 PNFI
Sebaran wilayahnya menjangkau seluruh nusantara:
Sumatra (1.608 unit), Kalimantan (1.232), Sulawesi (1.060), Papua (1.872), Jawa (21), NTT (1.580), dan Maluku (892). Detail lengkap dapat diakses melalui situs resmi pdm.kemendikdasmen.go.id.
Sekolah Diminta Siap
Untuk kelancaran distribusi, Kemendikdasmen mengimbau setiap sekolah penerima menyiapkan beberapa hal penting:
- Nomor kontak aktif di Dapodik
- Tim penerima saat pengiriman
- Lokasi serah terima yang siap dan aman
BACA JUGA: Libur Nataru Tanpa PR Berat! Surat Edaran Baru Mendikdasmen Ubah Cara Isi Liburan Siswa
Kabar baiknya, seluruh proses ini tidak dipungut biaya hingga perangkat tiba di sekolah.
Program ini diharapkan menjadi pengungkit utama dalam mengecilkan jurang akses pendidikan antara daerah perkotaan dan pelosok, sekaligus membuka jalan bagi pembelajaran digital yang lebih merata dan berkelanjutan di Indonesia. (*/red)





