Air Terjun Pipa Belanda, Jejak Sejarah di Sejuknya Kabawetan

oleh -143 Dilihat
oleh
Air Terjun Pipa Belanda di Kabawetan menawarkan ketenangan alam, panorama kebun teh, dan jejak sejarah kolonial yang masih terjaga. (*/dok/IST)

KEPAHIANG, LINTANGPOS.com – Dibalik sejuknya dataran tinggi Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, tersimpan sebuah destinasi wisata alam yang masih jauh dari sentuhan hiruk pikuk pariwisata massal.

Air Terjun Pipa Belanda, yang berada di wilayah Desa Air Sempiang, hadir sebagai oase ketenangan bagi siapa pun yang merindukan suasana alami, sunyi, dan bersahaja.

Dikelilingi hamparan hijau dan lanskap pegunungan, air terjun ini menyuguhkan perpaduan antara keindahan alam dan jejak sejarah masa kolonial.

Perjalanan menuju Air Terjun Pipa Belanda sudah menjadi pengalaman tersendiri bagi para pengunjung.

Dari pintu masuk kawasan Kabawetan, mata akan dimanjakan oleh bentangan Kebun Teh Kabawetan yang tersohor.

Barisan tanaman teh yang tertata rapi, membentang sejauh mata memandang, berpadu dengan latar megah Bukit Hitam.

BACA JUGA: Akhirnya! Perbaikan Jalan Rusak Pagaralam–Empat Lawang Resmi Dimulai 2025

Udara sejuk khas dataran tinggi dan aroma dedaunan segar menciptakan suasana menenangkan sejak awal perjalanan.

Selepas melewati kebun teh, perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri jalur perkebunan kopi milik warga setempat.

Di jalur ini, nuansa pedesaan semakin terasa.

Pepohonan kopi yang rindang dan aktivitas warga yang sesekali terlihat menambah kesan hangat dan akrab.

Dari titik ini pula, suara gemuruh air mulai terdengar samar, seolah memberi isyarat bahwa destinasi tujuan kian dekat.

Setelah berjalan kaki sekitar 15 menit, pengunjung akan tiba di lokasi Air Terjun Pipa Belanda yang tersembunyi di balik rimbunnya pepohonan.

BACA JUGA: Bukit Siguntang, Wisata Sejarah dan Alam di Palembang yang Sarat Nilai Budaya

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesona Air Sempiang Sejahtera, Bayu Suhenda, menjelaskan bahwa Air Terjun Pipa Belanda memiliki ketinggian sekitar 25 meter.

Aliran airnya tergolong sedang saat musim penghujan, sementara pada musim kemarau debitnya cenderung mengecil.

Meski demikian, suasana di sekitar air terjun tetap terasa sejuk dan nyaman sepanjang tahun.

“Air yang jatuh menghantam bebatuan menimbulkan embusan embun halus yang menyegarkan. Suasananya alami dan menenangkan,” ujar Bayu saat memandu wisatawan yang berkunjung.

Keunikan Air Terjun Pipa Belanda tidak hanya terletak pada panorama alamnya, tetapi juga pada nilai sejarah yang melekat kuat.

Nama “Pipa Belanda” berasal dari keberadaan pipa besi tua yang melintang tepat di atas aliran air terjun.

BACA JUGA: Pulo Mas Bangkit! Musim Tanam Baru Siap Curi Perhatian Wisatawan

Pipa tersebut merupakan peninggalan masa kolonial Belanda, yang dahulu dibangun sebagai sarana distribusi air bersih menuju kawasan Kebun Teh Kabawetan.

“Hingga sekarang pipa itu masih berfungsi dengan baik dan tetap digunakan oleh pihak perkebunan,” jelas Bayu.

Keberadaan pipa besi tua ini menjadi saksi bisu perjalanan sejarah kawasan Kabawetan, sekaligus ikon yang membedakan air terjun ini dari destinasi alam lainnya.

Sebagai pengelola, Pokdarwis Pesona Air Sempiang Sejahtera terus berupaya menjaga kelestarian Air Terjun Pipa Belanda.

Bayu menegaskan pentingnya peran pengunjung dalam menjaga kebersihan dan keasrian kawasan wisata.

Pengunjung juga diimbau untuk tidak merusak pipa air yang menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas air terjun ini.

BACA JUGA: Pantai Napae, Permata Tersembunyi Desa Mebba yang Siap Jadi Andalan Wisata Bahari NTT

“Mari sama-sama menjaga keasrian air terjun ini. Setiap pengunjung sudah kami ingatkan agar tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merusak fasilitas yang ada,” tuturnya.

Dengan keindahan alam yang masih terjaga, suasana yang tenang, serta nilai sejarah yang unik, Air Terjun Pipa Belanda layak menjadi alternatif destinasi wisata alam di Bengkulu.

Bagi pencinta wisata alam yang mencari ketenangan, keaslian, dan cerita masa lalu yang menyatu dengan alam, Air Terjun Pipa Belanda di kaki Bukit Hitam menawarkan pengalaman yang sederhana namun berkesan. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.