Air Terjun Pipa Belanda di Kabawetan menawarkan ketenangan alam, panorama kebun teh, dan jejak sejarah kolonial yang masih terjaga. (*/dok/IST)
KEPAHIANG, LINTANGPOS.com – Dibalik sejuknya dataran tinggi Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, tersimpan sebuah destinasi wisata alam yang masih jauh dari sentuhan hiruk pikuk pariwisata massal.
Air Terjun Pipa Belanda, yang berada di wilayah Desa Air Sempiang, hadir sebagai oase ketenangan bagi siapa pun yang merindukan suasana alami, sunyi, dan bersahaja.
Dikelilingi hamparan hijau dan lanskap pegunungan, air terjun ini menyuguhkan perpaduan antara keindahan alam dan jejak sejarah masa kolonial.
Perjalanan menuju Air Terjun Pipa Belanda sudah menjadi pengalaman tersendiri bagi para pengunjung.
Dari pintu masuk kawasan Kabawetan, mata akan dimanjakan oleh bentangan Kebun Teh Kabawetan yang tersohor.
Barisan tanaman teh yang tertata rapi, membentang sejauh mata memandang, berpadu dengan latar megah Bukit Hitam.
BACA JUGA: Akhirnya! Perbaikan Jalan Rusak Pagaralam–Empat Lawang Resmi Dimulai 2025
Udara sejuk khas dataran tinggi dan aroma dedaunan segar menciptakan suasana menenangkan sejak awal perjalanan.
Selepas melewati kebun teh, perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri jalur perkebunan kopi milik warga setempat.
Di jalur ini, nuansa pedesaan semakin terasa.
Pepohonan kopi yang rindang dan aktivitas warga yang sesekali terlihat menambah kesan hangat dan akrab.
Dari titik ini pula, suara gemuruh air mulai terdengar samar, seolah memberi isyarat bahwa destinasi tujuan kian dekat.
Setelah berjalan kaki sekitar 15 menit, pengunjung akan tiba di lokasi Air Terjun Pipa Belanda yang tersembunyi di balik rimbunnya pepohonan.
BACA JUGA: Bukit Siguntang, Wisata Sejarah dan Alam di Palembang yang Sarat Nilai Budaya
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesona Air Sempiang Sejahtera, Bayu Suhenda, menjelaskan bahwa Air Terjun Pipa Belanda memiliki ketinggian sekitar 25 meter.
Aliran airnya tergolong sedang saat musim penghujan, sementara pada musim kemarau debitnya cenderung mengecil.
Meski demikian, suasana di sekitar air terjun tetap terasa sejuk dan nyaman sepanjang tahun.
Page: 1 2
Mendagri Tito Karnavian bersama istri mengunjungi stand Dekranasda Empat Lawang dalam Kriyanusa 2026 di JCC…
Hujan deras disertai angin kencang mengguyur Tebing Tinggi, Empat Lawang, Minggu siang. Warga menyambut gembira…
ORADO Empat Lawang mengirim 14 atlet ke Open Tournament Domino Piala Panglima TNI di Lahat.…
Sumatera Selatan menjadi ikon Kriyanusa 2026 di JICC Jakarta. Herman Deru hadir menyaksikan produk dan…
Herman Deru mendorong pemuda Sumsel mengubah mindset dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja melalui…
Film Lobang Buaya karya Hanung Bramantyo mengandalkan misteri pembunuhan dan plot twist, dengan latar fiksi…