Daftar sekolah kedinasan 2026 tanpa syarat tinggi badan, termasuk aturan minus, kesehatan, dan persyaratan fisik lainnya untuk calon peserta. (*/IST)
° Menjelang pendaftaran sekolah kedinasan 2026, sejumlah instansi ternyata menetapkan syarat fisik lebih fleksibel.
° PKN STAN dan STIS menjadi dua sekolah kedinasan yang tidak mewajibkan tinggi badan.
° Beberapa lainnya masih memberi toleransi untuk peserta berkacamata.
JAKARTA, LINTANGPOS.com – Memasuki akhir 2025, para siswa SMA/SMK mulai bersiap menghadapi persaingan masuk sekolah kedinasan untuk tahun akademik 2026.
Di tengah ketatnya seleksi setiap tahun, muncul kabar menggembirakan: sejumlah sekolah kedinasan kini menerapkan persyaratan fisik yang lebih fleksibel, termasuk tidak mencantumkan batas tinggi badan minimum.
Informasi ini menjadi angin segar bagi banyak calon peserta yang selama ini merasa terhambat oleh ketentuan fisik tertentu.
Lantas, sekolah kedinasan mana saja yang membuka peluang tanpa syarat tinggi badan?
Dilansir dari Kompas.com, PKN STAN menjadi sekolah kedinasan dengan ketentuan fisik paling longgar.
Sekolah di bawah Kementerian Keuangan ini tidak menetapkan batas tinggi badan, tidak membatasi penggunaan kacamata, dan bahkan tetap menerima peserta dengan minus, plus, silinder, hingga buta warna total.
Aturan mengenai gigi juga lebih fleksibel. Penggunaan behel tetap diperbolehkan selama tidak mengganggu fungsi mulut.
Namun, syarat umum tetap berlaku: sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba, tidak bertato, serta tidak bertindik kecuali karena alasan adat atau agama.
Politeknik Statistika STIS di bawah Badan Pusat Statistik (BPS) juga tidak mensyaratkan tinggi badan minimum.
STIS bahkan memberikan toleransi hingga minus atau plus 6 dioptri, menjadikannya salah satu sekolah kedinasan yang cukup ramah bagi peserta berkacamata.
BACA JUGA: Segini Biaya Kuliah Universitas Brawijaya tahun 2026: Calon Maba Wajib Siap Mental dan Dompet!
Calon peserta hanya diwajibkan sehat jasmani, rohani, bebas narkoba, dan tidak buta warna.
Page: 1 2
Film drama emosional tentang trauma, kehilangan, dan perjalanan berdamai dengan masa lalu, sekaligus pengingat bahwa…
Na Willa menghadirkan kisah masa kecil yang hangat sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih…
Oknum Kades di Musi Rawas ditangkap di Deli Serdang setelah kabur terkait dugaan pemerasan dan…
Lansia berinisial AS ditemukan meninggal di siring Desa Pagar Gunung, Kepahiang. Polisi masih menyelidiki penyebab…
Salah seorang warga, Leki, mengatakan gagal panen terjadi di sejumlah kawasan persawahan atau ladangan di…
Penelitian Nestia Destiani membahas pemanfaatan WhatsApp sebagai media penyebaran pesan dakwah oleh remaja di Desa…