Ia berhasil menjaga keseimbangan dan segera mencari bantuan.
Gelang emas seberat satu suku senilai Rp12 juta pun lenyap begitu saja dalam hitungan detik.
“Usai dijambret saya langsung melapor, Pak,” katanya kepada awak media dengan wajah masih terlihat syok.
BACA JUGA: Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Prabumulih: Sorotan Publik Kian Tajam
Aksi cepat Rini melapor diharapkan dapat membantu pihak kepolisian segera memburu pelaku.
Pasalnya, kawanan jambret di Palembang semakin meresahkan karena tak segan-segan melancarkan aksinya di jalan-jalan ramai, bahkan di lokasi ikonik seperti Jembatan Ampera yang kerap dipadati kendaraan.
Polisi Turun Tangan
Panit SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Erwinsyah, membenarkan adanya laporan tersebut.
“Laporan sudah kami terima dan akan segera kami limpahkan ke Sat Reskrim untuk ditindaklanjuti,” ujarnya singkat.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama saat berkendara seorang diri dan mengenakan perhiasan mencolok.
BACA JUGA: Koordinator Tenaga Ahli Desa Jadi Tersangka Baru Kasus APAR di Empat Lawang
Pasalnya, pelaku jambret kerap mengincar korban yang terlihat lengah atau menonjolkan barang berharga.
Aksi Jambret Kian Marak
Kasus yang dialami Rini bukanlah yang pertama. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah kasus jambret di Palembang mencuat ke permukaan.








