Aksi Jambret di Jembatan Ampera, Mahasiswi Kehilangan Gelang Emas Rp12 Juta

oleh -514 Dilihat
oleh
Rini Aprilia (21). Warga Jl Taqwa Mata Merah, Kecamatan Kalidoni, itu harus merelakan gelang emas seberat satu suku miliknya raib digasak dua pelaku, Senin (29/9/2025) sekitar pukul 11.25 WIB.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama saat berkendara seorang diri dan mengenakan perhiasan mencolok.

BACA JUGA: Koordinator Tenaga Ahli Desa Jadi Tersangka Baru Kasus APAR di Empat Lawang

Pasalnya, pelaku jambret kerap mengincar korban yang terlihat lengah atau menonjolkan barang berharga.

Aksi Jambret Kian Marak

Kasus yang dialami Rini bukanlah yang pertama. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah kasus jambret di Palembang mencuat ke permukaan.

Mulai dari penjambretan kalung emas, uang tunai, hingga telepon genggam, semuanya dilakukan dengan modus serupa: memepet korban di jalan lalu kabur usai merampas barang berharga.

Sebelumnya, aparat juga sempat menangkap penjambret yang menyamar menggunakan jaket ojek online untuk mengelabui korban dan warga sekitar.

Bahkan ada kasus seorang ibu dan anak yang jatuh bersama driver ojek online setelah dijambret, kehilangan uang puluhan juta rupiah.

BACA JUGA: Kasus Pembacokan Sopir Pickup di Lahat, Tersangka Resmi Diserahkan ke Kejaksaan

Fenomena ini menunjukkan bahwa kawanan jambret terus mencari cara agar bisa melancarkan aksinya tanpa mudah dicurigai.

Kondisi ini membuat warga semakin resah, apalagi ketika pelaku berani beraksi di siang bolong di lokasi ramai.

Masyarakat Diminta Waspada

Kasus Rini di Jembatan Ampera menjadi alarm bagi warga Palembang untuk lebih berhati-hati.

Polisi meminta agar masyarakat tidak mengenakan perhiasan mencolok saat berkendara dan selalu waspada terhadap gerak-gerik orang di sekitar jalan.

“Kejahatan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Yang terpenting, jangan lengah dan segera laporkan jika menjadi korban,” kata seorang petugas kepolisian yang enggan disebutkan namanya.

BACA JUGA: Nekat Curi 39 Tandan Sawit, Pemuda PALI Dibekuk Polisi

Selain itu, warga juga diimbau untuk tidak melawan ketika berhadapan dengan penjambret, karena keselamatan diri jauh lebih penting dibandingkan harta benda.

Trauma Psikologis Korban

Meski tidak mengalami luka fisik, peristiwa itu meninggalkan trauma bagi Rini.

Mahasiswi ini mengaku kini lebih berhati-hati saat berkendara, terutama ketika melewati jalur-jalur rawan kejahatan.

“Rasanya takut sekali. Saya jadi lebih waspada sekarang, apalagi kalau harus melewati Jembatan Ampera sendirian,” ucapnya lirih.

Rini berharap pihak kepolisian segera menangkap para pelaku agar tidak ada lagi korban lain yang mengalami hal serupa.

BACA JUGA: Tragedi Penembakan di Kebun Semangka, Dua Warga Mekarsari Tewas

Ia juga mengingatkan teman-temannya agar tidak mengenakan perhiasan mencolok di jalan. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.