Alex Noerdin Tutup Usia, Sumsel Kehilangan Pemimpin Visioner

oleh -24 Dilihat
oleh
Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin meninggal dunia di Jakarta dan akan dimakamkan di Palembang usai salat Zuhur, Kamis (26/2/2026). Foto: Istimewa

JAKARTA, LINTANGPOS.com – Kabar duka menyelimuti Sumatera Selatan. Mantan Gubernur Sumsel, Ir H Alex Noerdin, menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.

Almarhum meninggal dunia di RS Siloam Semanggi, Jakarta, setelah menjalani perawatan intensif dalam beberapa hari terakhir akibat sakit yang dideritanya.

Kepergian tokoh yang pernah menjadi pejabat nomor satu di dalam pemerintahanan Provinsi Sumatera Selatan itu sontak mengundang rasa kehilangan mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat luas yang mengenal sosoknya sebagai pemimpin dengan visi besar dan rekam jejak panjang di pemerintahan daerah.

Kabar wafatnya Alex Noerdin dikonfirmasi langsung oleh juru bicara keluarga besar, Okta Alfarisi, saat dihubungi awak media pada Rabu siang.

Dengan suara bergetar, Okta menyampaikan berita duka tersebut dan menyampaikan bahwa keluarga telah menerima ketentuan Tuhan dengan penuh keikhlasan.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Kami segenap keluarga besar mengabarkan bahwa almarhum Ir H Alex Noerdin telah meninggal dunia di RS Siloam Semanggi Jakarta sekitar pukul 13.30 WIB. Rencananya almarhum akan dibawa ke Kota Palembang untuk disemayamkan,” ujar Okta.

BACA JUGA: Sidang Alex Noerdin Ditunda, Ini Penyebabnya!

Menurut Okta, sebelum wafat, kondisi kesehatan almarhum memang terus dipantau secara intensif oleh tim medis.

Selama beberapa hari terakhir, Alex Noerdin menjalani perawatan khusus di rumah sakit tersebut.

Namun, takdir berkata lain. Upaya maksimal yang telah dilakukan tak mampu membendung kehendak Sang Pencipta.

“Dalam beberapa hari terakhir beliau dirawat intensif. Namun Allah SWT memiliki rencana terbaik, dan almarhum dipanggil kembali,” tambahnya dengan nada haru.

Sesuai hasil musyawarah keluarga, jenazah almarhum tidak langsung diberangkatkan ke Palembang.

Setelah proses penanganan di rumah sakit, jenazah terlebih dahulu akan dibawa ke rumah putranya, Dodi Reza Alex, yang berlokasi di kawasan Martimbang, Jakarta.

BACA JUGA: Alex Noerdin Akhirnya Buka Kartu soal Pasar Cinde: Dari ‘Save Cinde’ hingga Ancaman Runtuh

Dari sana, pada Kamis pagi (26/2/2026), jenazah akan diberangkatkan menggunakan pesawat menuju Palembang.

Setibanya di Bumi Sriwijaya, almarhum akan disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jalan Merdeka, Kota Palembang.

Rumah tersebut dikenal sebagai salah satu tempat bersejarah yang lekat dengan perjalanan hidup dan pengabdian Alex Noerdin selama berkiprah di dunia pemerintahan.

Rencananya, prosesi pemakaman akan dilaksanakan pada hari yang sama, Kamis (26/2/2026), selepas salat Zuhur.

Almarhum akan dimakamkan di pemakaman keluarga yang berada di TPU Kebun Bunga, Palembang.

Keluarga berharap prosesi pemakaman dapat berjalan dengan khidmat dan lancar, serta menjadi momen terakhir untuk memberikan penghormatan kepada almarhum.

BACA JUGA: Eksepsi Alex Noerdin Mental Semua, Sidang Siap Masuk Babak Penentuan

Alex Noerdin dikenal sebagai figur pemimpin yang memiliki pengaruh besar di Sumatera Selatan.

Ia pernah menjabat sebagai Bupati Musi Banyuasin periode 2001–2007 sebelum kemudian dipercaya memimpin Sumsel sebagai gubernur.

Selama masa kepemimpinannya, berbagai program pembangunan dan terobosan strategis dijalankan, menjadikannya salah satu tokoh penting dalam sejarah pemerintahan daerah di Sumsel.

Kepergian Alex Noerdin meninggalkan duka mendalam dan kenangan tersendiri bagi masyarakat.

Sosoknya dikenang sebagai pemimpin yang tegas, visioner, dan memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan daerah.

Ucapan belasungkawa pun terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat, tokoh masyarakat, hingga warga biasa yang pernah merasakan langsung dampak kebijakannya.

BACA JUGA: Sidang Perdana Kasus Korupsi Pasar Cinde, Alex Noerdin dan Harnojoyo Segera Disidang 30 Oktober 2025

Kini, Sumatera Selatan harus merelakan salah satu putra terbaiknya.

Namun jejak pengabdian dan karya yang ditinggalkan almarhum akan tetap hidup dalam ingatan masyarakat, menjadi bagian dari sejarah panjang perjalanan daerah ini. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search