Amirah Zerlett Seraj Angkat Fenomena “Hampir Berhasil”, Mengapa Juara Dua Bisa Terasa Lebih Menyakitkan?

oleh -8 Dilihat
(*/ilustrasi)

Pola ini dikenal sebagai counterfactual thinking, ketika otak menciptakan berbagai versi alternatif dari kenyataan dan membayangkan apa yang seharusnya bisa terjadi.

BACA JUGA: SMAN 1 Tebing Tinggi Ukir Prestasi di Palembang, Raih Juara II LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Sumsel

Kata “hampir” pun sering kali terasa paling menyakitkan. Bukan hanya karena gagal, tetapi karena seseorang mampu membayangkan dirinya berhasil.

Namun, pesan penting dari reminder ini adalah bahwa kebahagiaan tidak hanya bergantung pada apa yang kita dapatkan, tetapi juga pada apa yang kita bandingkan.

Alih-alih terus melihat apa yang belum berhasil diraih, sesekali lihat kembali apa yang sudah dimiliki.

Karena terkadang, kemenangan terasa seperti kekalahan hanya karena kita terlalu fokus pada sesuatu yang hampir kita dapatkan.

BACA JUGA: PKS Empat Lawang Sabet Juara di Lomba Patroli Keamanan Siswa dan Kampung Tertib Lalu Lintas

Dan sesekali, tidak ada salahnya berhenti sejenak, melihat apa yang sudah dimiliki, lalu berkata: Alhamdulillah. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.