Pemprov Sumsel bahas solusi kemacetan SPBU. Sekda Edward Candra tegaskan pengendalian distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan, Kamis (6/11/2025). Foto: Humas Pemprov Sumsel
° Sekda Sumsel Edward Candra memimpin rapat pembahasan kuota BBM bersama Pertamina dan OPD terkait.
° Rapat ini membahas solusi kemacetan akibat antrean panjang di SPBU dan pengendalian distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran sesuai instruksi Gubernur Sumsel.
Palembang, LintangPos.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Drs. Edward Candra, M.H., memimpin langsung Rapat Pembahasan Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) di Ruang Rapat Bina Praja, Kamis (6/11/2025) sore.
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Sumsel untuk mencari solusi atas kemacetan kendaraan akibat antrean panjang di sejumlah SPBU yang masih terjadi di berbagai wilayah.
Dalam arahannya, Sekda Edward Candra menegaskan pentingnya langkah konkret dalam mengendalikan distribusi BBM bersubsidi agar lebih tepat sasaran.
“Kita harus memastikan subsidi BBM diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak. Pengendalian ini penting agar tidak terjadi ketimpangan dan penyalahgunaan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa harga BBM non-subsidi saat ini setara dengan sekitar 2,5 liter BBM bersubsidi, sehingga kesadaran masyarakat dalam menggunakan bahan bakar sesuai peruntukan menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan distribusi energi.
Rapat tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumsel, di antaranya Kepala Dinas ESDM Hendriansyah, ST., M.Si., Kepala Dinas Perdagangan Henny Yulianti, S.IP., MM., serta perwakilan dari PT Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas.
BACA JUGA: Pemprov Sumsel Bagikan Ribuan Bantuan Sarana Dagang! Sekda Janji UMKM Akan Jadi “Sultan Muda”
Melalui forum ini, Pemprov Sumsel bersama stakeholder terkait diharapkan dapat merumuskan kebijakan dan mekanisme pengendalian kuota BBM yang lebih efektif, tidak hanya dalam aspek distribusi tetapi juga dalam mengurangi dampak sosial seperti kemacetan akibat antrean panjang di SPBU.
“Harapannya, dengan kerja sama semua pihak, persoalan antrean panjang dan distribusi tidak merata bisa segera teratasi,” tutup Edward Candra. (*/red/gov)
Dua rumah warga di Padang Tepung, Ulu Musi, Empat Lawang, ludes terbakar. Diduga korsleting listrik,…
Empat Lawang memperluas program Ananda Bersinar melalui sekolah hingga desa. Kemang Manis dijadwalkan menjadi lokasi…
Deskripsi: Sebanyak 154 karateka mengikuti Porkab Empat Lawang 2026. Ajang ini menjadi seleksi atlet menuju…
Polres Empat Lawang mengamankan RZ di Desa Air Mayan, Paiker, dengan barang bukti diduga sabu…
Polsek Tebing Tinggi mengamankan RH (46), terduga pencuri 30 tandan sawit di Desa Batu Pance,…
Polsek Tebing Tinggi menangkap SR alias Rijok, terduga pelaku pencurian di Gedung Koperasi Merah Putih…