Banjir “Setinggi Mata Kaki” Lumpuhkan Dua Desa di OKI, Pasang Laut Jadi Biang Kerok Sungai Mesuji Meluap

oleh -144 Dilihat
oleh
Dua desa di OKI terendam banjir lima hari akibat hujan dan pasang laut. Air setinggi mata kaki cukup melumpuhkan akses warga dan aktivitas harian. (*/Istimewa)

Ringkasan Berita:

° Luapan Sungai Mesuji akibat hujan deras dan pasang surut laut merendam dua desa di Kecamatan Sungai Menang, OKI, Sumsel, selama lima hari.

° Meski air hanya setinggi mata kaki, jalan dan permukiman warga tergenang merata, memicu kewaspadaan dan langkah penanganan jangka panjang.


OKI, LINTANGPOS.com – Hujan deras yang turun tanpa jeda berpadu dengan pasang surut air laut menjadi kombinasi sempurna yang membuat Sungai Mesuji tak lagi mampu menahan debit airnya.

Aliran sungai pun meluap, menggenangi dua desa di Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, selama lima hari terakhir.

Dua desa yang terdampak yakni Desa Gajah Mati Mukti dan Desa Gajah Mulya.

Meski ketinggian air rata-rata “hanya” sebatas mata kaki orang dewasa, genangan tersebut merata dan cukup untuk melumpuhkan aktivitas warga.

Jalan poros desa berubah menjadi kubangan air, sementara permukiman warga tak luput dari rendaman.

“Rata-rata di kedua desa tersebut banjir. Meskipun tinggi air baru sebatas di atas mata kaki, namun dampaknya dirasa warga. Jalanan dan permukiman semua tergenang,” ungkap Camat Sungai Menang, Eka Mardiah, saat dihubungi pada Minggu (14/12/2025) pagi.

BACA JUGA: Banjir Datang Tengah Malam, Prabumulih Kocar-Kacir: Warga Tak Sempat Selamatkan Harta!

Menurut Eka, hampir seluruh warga di dua desa tersebut terdampak. Banjir memang tidak sampai merusak bangunan secara signifikan, namun cukup mengganggu mobilitas harian, mulai dari akses menuju kebun, sekolah, hingga aktivitas ekonomi warga.

Tak tinggal diam, pihak kecamatan bersama unsur TNI dan Polri telah turun langsung ke lapangan.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi terkini, memantau ketinggian air, serta memastikan warga tetap aman di tengah cuaca yang belum bersahabat.

Eka menjelaskan, banjir kali ini bukan semata akibat tingginya curah hujan. Faktor alam lain turut berperan, yakni pasang surut air laut yang menahan aliran Sungai Mesuji. Akibatnya, debit air sungai meningkat dan meluap ke wilayah pemukiman.

“Pasang laut ikut menahan aliran sungai. Jadi meskipun hujan tidak ekstrem setiap hari, air tetap tertahan dan meluap,” jelasnya.

Untuk saat ini, kondisi banjir masih dapat ditangani oleh pemerintah kecamatan.

BACA JUGA: 153 Desa Terancam Tenggelam? Banyuasin Resmi Siaga Banjir, Warga Diminta Bersiap!

Namun, belajar dari kejadian yang berulang, pihaknya mulai menyiapkan langkah penanganan jangka panjang.

Salah satu upaya yang direncanakan adalah normalisasi saluran air.

“Kita sudah mengajukan proposal ke Dinas Sosial untuk program cuci kanal. Ini penting karena debit air Sungai Mesuji memang tinggi, dan saluran perlu dinormalisasi agar aliran lebih lancar,” ujar Eka.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir serupa di masa mendatang, terutama saat hujan deras berbarengan dengan pasang laut.

Normalisasi kanal dinilai menjadi solusi krusial bagi wilayah yang berada di dataran rendah dan dekat dengan aliran sungai besar.

Di tengah kondisi cuaca yang belum menentu, Eka juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada.

BACA JUGA: Terobos Banjir Demi Kemanusiaan! Tim Medis Sumsel Jadi Penolong Pertama di Aceh Tamiang

Warga diminta mengamankan dokumen penting dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan akibat air.

“Karena hujan dengan intensitas tinggi masih sering terjadi dan debit sungai naik, kami mengimbau masyarakat untuk terus waspada,” pungkasnya.

Banjir setinggi mata kaki mungkin terlihat sepele, namun bagi warga Sungai Menang, genangan itu cukup menjadi pengingat bahwa perubahan alam dan cuaca ekstrem kini semakin nyata.

Kewaspadaan, kesiapan, dan penanganan berkelanjutan menjadi kunci agar banjir tak lagi menjadi tamu tahunan di wilayah ini. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.