Petugas di lapangan bekerja ekstra menyingkirkan bongkahan batu yang menghalangi lajur kendaraan.
Upaya ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kemacetan panjang serta meminimalkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Meski secara teknis longsor tersebut dikategorikan berskala kecil, dampaknya sangat terasa karena ruas jalan tersebut merupakan jalur penghubung antarprovinsi yang vital bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Empat Lawang, Fero Ananta, menjelaskan bahwa wilayah Desa Kembahang Baru memang termasuk zona rawan longsor, terutama ketika curah hujan meningkat.
“Wilayah ini memiliki potensi longsor. Walaupun skalanya kecil, material seperti batu besar sangat berbahaya bagi pengendara. Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada, khususnya saat melintas di musim hujan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan telah rampung sepenuhnya dan jalur Empat Lawang–Bengkulu kembali normal.








