Kehadiran nama-nama seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, Maarten Paes, hingga Kevin Diks sempat diyakini bisa membawa Indonesia naik kelas dan bersaing dengan kekuatan besar Asia.
Namun realitas di lapangan berbicara lain. Dalam dua laga terakhir, pertahanan Indonesia kerap kehilangan fokus, sedangkan lini depan masih tumpul meski diisi pemain berpengalaman dari Eropa.
Beberapa pengamat menilai, naturalisasi bukanlah solusi instan.
Adaptasi terhadap gaya bermain Asia serta pemahaman terhadap sistem permainan yang diterapkan Patrick Kluivert membutuhkan waktu lebih panjang.
Media Arab Saudi sebelumnya bahkan sudah memprediksi bahwa Indonesia “belum siap bertarung di level ini,” dan dua kekalahan beruntun akhirnya membenarkan analisis tersebut.
BACA JUGA: Sundowns Ngotot Datangkan Matheusinho, Dua Tawaran Ditolak
Evaluasi Total Didesak
Usai kegagalan ini, publik Indonesia menyerukan evaluasi besar-besaran terhadap manajemen tim, strategi pelatih, hingga arah pembinaan jangka panjang.
Nama Patrick Kluivert kini mulai dipertanyakan efektivitasnya dalam mengimplementasikan visi sepak bola modern ke skuad Garuda.






