Nilai Pasar Timnas Indonesia Melonjak, Skuad Garuda Lampaui Irak Jelang Duel Panas!

oleh -427 Dilihat
oleh
Patrick Kluivert. Foto: Lukas Schulze/Sportsfile via Getty Images

Jakarta, LintangPos.com – Menjelang laga krusial antara Timnas Indonesia vs Irak pada 12 Oktober 2025, publik sepak bola Tanah Air tengah diselimuti rasa optimisme tinggi.

Bukan hanya karena performa tim yang semakin solid, tapi juga karena kabar mengejutkan dari laporan Al Jazeera: Nilai Pasar Timnas Indonesia kini mencapai 25,6 juta euro, melampaui Irak yang berada di angka 22 juta euro.

Peningkatan ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata kebangkitan Skuad Garuda di bawah komando pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert.

Setelah menahan gempuran Arab Saudi pada laga sebelumnya, Kluivert kini fokus menyiapkan tim yang lebih tajam, lebih berani, dan lebih siap menantang dominasi Asia.

Lonjakan Nilai Pasar: Bukti Transformasi Nyata

Dalam laporan eksklusifnya, Al Jazeera menyoroti transformasi fundamental yang terjadi di tubuh tim nasional Indonesia.

BACA JUGA: Muara Enim dan Kaur Sepakat Bangun Konektivitas Baru Menuju Pelabuhan Linau

Perekrutan Pemain Keturunan dari berbagai klub Eropa dinilai menjadi faktor kunci meningkatnya valuasi skuad.

Kini, dengan nilai pasar total 25,6 juta euro, Indonesia bahkan mendekati level Arab Saudi, yang selama ini dikenal sebagai raksasa sepak bola Asia.

Kluivert dianggap berhasil mengubah mental dan gaya bermain tim menjadi lebih modern dan kompetitif.

“Ini bukan lagi tim yang hanya bermain dengan semangat juang, tapi tim yang sudah punya kualitas global,” tulis Al Jazeera dalam laporannya.

Jay Idzes dan Kevin Diks Jadi Pilar Mahal Garuda

Dua nama paling mencuri perhatian dalam skuad Kluivert adalah Jay Idzes dan Kevin Diks.

BACA JUGA: Marcus Rashford Pasang Target Ambisius di Barcelona, Ingin Cetak 40 Kontribusi Gol

Idzes, bek Sassuolo, tercatat memiliki valuasi tertinggi di tim dengan 7,5 juta euro, menjadikannya aset paling berharga dalam skuad Garuda.

Di posisi berikutnya, Kevin Diks dari Borussia Monchengladbach bernilai 5 juta euro, mempertegas dominasi pemain diaspora dalam peta kekuatan Indonesia saat ini.

Kedua pemain ini membawa pengalaman dan standar profesionalisme Eropa ke dalam latihan timnas, meningkatkan kualitas kolektif tim dalam hal organisasi permainan dan ketenangan saat menghadapi tekanan.

Tantangan Liga Domestik dan Dukungan PSSI

Meski valuasi individu pemain meningkat drastis, tantangan besar masih ada di ranah kompetisi domestik.

Total nilai pasar BRI Super League hanya sekitar 78 juta euro, jauh di bawah Saudi Pro League yang mencapai 1,14 miliar euro.

BACA JUGA: Sriwijaya FC Terpuruk di Dasar Klasemen, Manajemen Siapkan Evaluasi Besar

Ketimpangan ini menunjukkan masih perlunya reformasi mendalam di liga lokal agar talenta muda Indonesia bisa berkembang di level yang lebih kompetitif.

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.