Bermain borgol tanpa sadar ternyata borgol asli, seorang bocah di Banyuasin harus dievakuasi Damkar. Kisah ini jadi pelajaran soal bahaya keisengan anak-anak, Rabu (28/1/2026). Foto: Istimewa
Keisengan bermain borgol berujung kepanikan. Seorang bocah di Banyuasin terpaksa dibawa ke Pos Damkar Talang Keramat setelah kedua tangannya terkunci borgol asli tanpa kunci. Petugas berjibaku hingga borgol berhasil dilepas dengan aman.
BANYUASIN, LINTANGPOS.com – Keisengan anak-anak memang sering kali terlihat sepele.
Namun siapa sangka, sebuah permainan sederhana justru bisa berujung pada situasi darurat yang membuat orang tua panik.
Itulah yang dialami oleh seorang bocah bernama M Khoirul Anam, warga Banyuasin, Sumatera Selatan, yang terpaksa harus dilarikan ke Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Talang Keramat setelah kedua tangannya terkunci borgol asli dan tak bisa dilepaskan.
Peristiwa ini terjadi pada Senin malam, 26 Januari 2026, dan sontak mengundang perhatian warga sekitar.
Bukan tanpa sebab, borgol yang awalnya dianggap mainan ternyata adalah borgol sungguhan yang tidak disertai kunci.
Alhasil, permainan yang semula dipenuhi tawa berubah menjadi kepanikan.
Bermula dari Keisengan Saat Bermain
Menurut keterangan Kasat Pol PP-Damkar Banyuasin, Alpian, kejadian ini bermula ketika Khoirul bermain bersama teman-temannya di lingkungan sekitar rumah.
Saat itu, mereka menemukan sebuah borgol yang entah berasal dari mana.
“Jadi kronologis cerita dari si anak, saat dia bermain bersama teman-temannya, mereka menemukan borgol. Teman-teman si anak ini, langsung memasangkan borgolnya ke kedua tangan si Khoirul ini,” ujar Alpian saat dikonfirmasi pada Rabu (28/1/2026).
Awalnya, anak-anak tersebut mengira borgol itu hanyalah mainan. Tanpa pikir panjang, borgol pun dipasangkan ke kedua pergelangan tangan Khoirul.
Namun, setelah terpasang, mereka baru menyadari bahwa borgol tersebut tidak bisa dibuka kembali.
Masalah semakin pelik ketika diketahui bahwa borgol tersebut adalah borgol asli, bukan replika atau mainan, dan tidak memiliki kunci. Upaya anak-anak untuk melepasnya pun sia-sia.
Salah seorang warga, Leki, mengatakan gagal panen terjadi di sejumlah kawasan persawahan atau ladangan di…
Penelitian Nestia Destiani membahas pemanfaatan WhatsApp sebagai media penyebaran pesan dakwah oleh remaja di Desa…
Ketua DMI Empat Lawang Dodi Irawan menegaskan masjid harus menjadi pusat peradaban, pendidikan dan pemberdayaan…
Ketua DMI Sumsel menegaskan DMI Empat Lawang harus menyatu dengan pemerintah dan aktif menguatkan agenda…
Kepengurusan baru DMI Empat Lawang resmi dilantik. Bupati Joncik berharap organisasi kembali aktif dan mampu…
Artikel ilmiah Deah Monica mengulas implementasi kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah terhadap permukiman di sekitar…