Blokade 11 Hari Berakhir, Sungai Lalan Dibuka Total!

oleh -230 Dilihat
oleh
Sungai Lalan kembali dibuka setelah blokade 11 hari. Asosiasi setor Rp35 miliar, proyek Jembatan P.6 berlanjut, angkutan batu bara kembali normal. Foto: dok/ist

Ringkasan Berita:

° Pemprov Sumsel resmi membuka kembali alur Sungai Lalan untuk angkutan batu bara setelah 11 hari diblokade.

° Pembukaan dilakukan usai asosiasi menyetor sisa dana Rp35 miliar untuk perbaikan Jembatan P.6 Lalan.

° Pengawasan ketat diterapkan agar proyek berjalan sesuai progres.


MUSI BANYUASIN, LINTANGPOS.com – Setelah 11 hari penuh ketegangan, akhirnya alur Sungai Lalan kembali bernapas.

Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan resmi membuka kembali jalur vital pengangkutan batu bara tersebut pada Senin (12/1/2026), menandai berakhirnya kebijakan blokade yang sempat mengguncang sektor logistik dan energi di wilayah itu.

Keputusan ini bukan tanpa syarat. Pemprov Sumsel baru membuka pintu pelayaran setelah perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Pengguna Alur Sungai Lalan (AP6L) melunasi sisa kewajiban pendanaan perbaikan Jembatan P.6 Lalan — proyek krusial yang sebelumnya sempat mangkrak dan menjadi sumber kekhawatiran masyarakat.

Rp35 Miliar Cair, Kontraktor Kembali Bekerja

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sumsel, Apriyadi, memastikan bahwa dana komitmen sebesar Rp35 miliar telah masuk ke rekening Bank Sumsel Babel Cabang Sekayu.

Dana ini merupakan sisa dari total kontrak Rp68 miliar yang harus ditanggung asosiasi.

BACA JUGA: Jalur Batu Bara Resmi Disegel! Pemprov Sumsel Tutup Sungai Lalan Mulai 1 Januari 2026, Asosiasi Gagal Kumpulkan Dana Jembatan

“Dana Rp35 miliar sudah masuk. Kontraktor juga sudah mulai bekerja lagi sejak 2 Januari. Jadi, tidak ada lagi alasan untuk menutup Sungai Lalan,” tegas Apriyadi.

Dengan terpenuhinya komitmen tersebut, aktivitas tongkang batu bara yang menjadi tulang punggung distribusi energi Sumsel kini kembali berjalan normal.

Pengawasan Super Ketat, Dana Cair Bertahap

Meski jalur sudah dibuka, Pemprov Sumsel tak mau kecolongan.

Dana perbaikan tidak langsung diserahkan penuh kepada kontraktor.

Sistem pencairan dilakukan bertahap berdasarkan progres fisik proyek di lapangan yang diverifikasi ketat oleh tim pengawas.

BACA JUGA: Detik-Detik Sungai Lalan Ditutup! Tongkang Batu Bara Terancam Mandek Mulai 1 Januari 2026

Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya keterlambatan proyek yang sebelumnya memicu blokade dan keresahan warga.

Kilas Balik: Blokade sebagai Ultimatum

Penutupan Sungai Lalan sejak 1 Januari 2026 merupakan langkah tegas Pemprov Sumsel setelah AP6L gagal melunasi kewajiban hingga tenggat 31 Desember 2025.

Selama blokade, jalur hanya dibuka terbatas bagi kapal pengangkut sembako, hasil bumi masyarakat, serta material pendukung Proyek Strategis Nasional (PSN).

Kebijakan ini berdampak signifikan terhadap distribusi batu bara, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa keselamatan infrastruktur tidak bisa ditawar.

Viral Video Dibantah, Warga Kini Lega

BACA JUGA: Kejari Muba Ultimatum Perusahaan Penabrak Jembatan P6 Lalan: Wajib Selesaikan Ganti Rugi Sebelum 21 November 2025!

Sempat beredar video viral yang memperlihatkan tongkang batu bara melintas saat jalur masih ditutup, memicu kekhawatiran warga akan ketidaktegasan pemerintah.

Namun, Ketua Karang Taruna Lalan Farid dan Kepala Dinas Perhubungan Muba Musni Wijaya memastikan video tersebut merupakan rekaman lama.

“Selama masa penutupan aman. Yang melintas kemarin itu ponton material jalan milik Pemkab Muba, bukan tongkang batu bara,” jelas Farid.

Mulai 13 Januari, Arus Batu Bara Normal Kembali

Dengan terpenuhinya komitmen dana dan kontraktor yang kembali bekerja, arus logistik batu bara di Sungai Lalan dipastikan kembali normal sepenuhnya mulai Selasa (13/1/2026), di bawah koordinasi KSOP dan Pemkab Muba. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.